Iqbal Musyaffa
27 Oktober 2017•Update: 28 Oktober 2017
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Kepala Bidang Pengawasan dan Pemantauan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Wahyudi Mandala Putra mengatakan kebijakan untuk mewajibkan pembayaran tol dengan menggunakan kartu uang elektronik menjadi jalan awal Indonesia sebelum menuju modernisasi pembayaran di jalan tol.
Meski begitu, dia mengakui, sistem pembayaran tol dengan menggunakan kartu uang elektronik tidak mampu mengurai kemacetan di jalan tol secara menyeluruh.
Hanya saja, penerapan itu dapat mengurangi waktu antrean pembayaran di gardu tol.
“Sasaran akhir kami adalah sistem pembayaran tol tanpa henti,” ujar dia.
Sebelum diterapkan sistem pembayaran tanpa henti di gardu tol, Wahyu menilai, pengguna jalan tol harus dibiasakan terlebih dahulu melakukan transaksi nontunai.
“Roadmapnya sudah ada menuju ke sana,” imbuh dia.
Saat ini, penetrasi penggunaan uang elektronik untuk pembayaran tol, kata Wahyu, sudah mencapai 91 persen di seluruh Indonesia dan 94 persen pada wilayah Jabodetabek.
Setelah Oktober berakhir, penetrasi diyakininya sudah mampu mencapai 100 persen.
Di tempat yang sama, Direktur SDM dan Umum PT Jasa Marga Tbk Kushartanto Koeswiranto mengatakan penerapan sistem pembayaran nontunai di gardu tol bukan barang baru.
“Kita sudah punya gardu tol otomatis sejak tahun 2009. Tapi hingga awal 2017 penetrasinya baru 24 persen,” ujar dia.
Meski begitu, Jasa Marga menyadari bahwa sistem pembayaran di gardu tol memang sudah seharusnya 100 persen menggunakan nontunai. Karena itu pihaknya terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia dan BPJT terkait ketersediaan kartu dan persiapan lainnya.
Kushartanto menyebut, sudah saatnya petugas gardu tol dipindahkan ke unit lain dan lebih dimanusiawikan. Perusahaan Jasa Marga pun berjanji akan meningkatkan kompetensi para petugas gardu tol.
Persiapan penggunaan uang elektronik untuk pembayaran tol juga dipastikan telah siap oleh Direktur Pengembangan Sistem Pembayaran Ritel dan Keuangan Inklusif BI Pungky Wibowo. Dia mengatakan BI siap mengamankan sistem pembayaran nontunai beserta keamanan sibernya.
Pembayaran tol menggunakan kartu uang elektronik, menurut Pungky, lebih tepat daripada menggunakan kartu debit karena cukup mengecek data yang ada di kartu secara offline.
Sementara data pada kartu debit harus dicek secara online dan lebih memakan waktu. “Kita menuju konsep Presiden untuk menuju Indonesia yang lebih baik,” pungkas dia.