23 Oktober 2017•Update: 23 Oktober 2017
BAYBURT
Menteri Keuangan Turki Naci Agbal mengatakan setelah Turki mengakhiri program dengan IMF tahun 2009, —meski saat itu banyak pihak menentang dan menganggap kondisi akan lebih buruk—negaranya kini sudah berhasil membuat anggarannya sendiri.
“Turki tumbuh di atas 6 persen selama 2010-2017. Pada tahun 2009 rasio defisit anggaran Turki terhadap pendapatan nasional adalah 5,5 persen, sekarang sudah kami turunkan menjadi 2 hingga 1 persen,” kata Agbal.
“Ekonomi kami (Turki) tidak pernah sekuat ini,” imbuh Agbal
Agbal mengungkapkan, 90 persen dari anggaran ditujukan untuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan keamanan. Partai pemerintah (Partai Keadilan dan Pembangunan) selalu memprioritaskan pendidikan, karena itu anggaran terbesar ditujukan untuk pendidikan.
“Kurang lebih kami sudah memisahkan TL 130 milyar (sekitar 475 triliun Rupiah) dari anggaran untuk pendidikan,” kata Agbal.
Agbal berharap, pertumbuhan ini akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.