İqbal Musyaffa
17 Juli 2019•Update: 18 Juli 2019
Iqbal Musyaffa
JAKARTA
Laporan APBN 2019 yang dikeluarkan Kementerian Keuangan menunjukkan defisit APBN hingga semester I mencapai Rp135,75 triliun atau 0,84 persen terhadap PDB, dengan nilai keseimbangan primer negatif Rp0,98 triliun.
Dalam laporan juga disebutkan bahwa realisasi defisit tersebut melebar dari semester I tahun lalu yang berjumlah Rp110,56 triliun atau 0,75 persen dari PDB, dengan keseimbangan primer masih positif Rp10,04 triliun.
Defisit APBN 2019 tersebut berasal realisasi pendapatan negara hingga akhir Juni sebesar Rp898,76 triliun atau 41,51 persen dari target, sementara realisasi belanja negara mencapai Rp1.034,51 triliun atau 42,03 persen dari pagu APBN 2019.
Postur penerimaan negara hingga Juni terdiri dari realisasi penerimaan perpajakan mencapai Rp688,94 triliun atau 38,57 persen dari target APBN tahun 2019, tumbuh 5,42 persen dibandingkan realisasi periode yang sama APBN tahun 2018 sebesar Rp653,50 triliun.
Realisasi penerimaan perpajakan terdiri atas penerimaan pajak mencapai Rp603,34 triliun atau 38,25 persen dari target APBN tahun 2019, tumbuh sebesar 3,75 persen dari tahun lalu.
Penerimaan perpajakan juga terdiri dari penerimaan bea dan cukai mencapai Rp85,60 triliun atau 40,99 persen dari target APBN tahun 2019, tumbuh sebesar 18,97 persen dari tahun lalu.
Kemudian PNBP membukukan realisasi sebesar Rp209,08 triliun atau 55,27 persen dari target APBN tahun 2019.
Selanjutnya, untuk belanja negara terdiri dari belanja pemerintah pusat mencapai Rp630,57 triliun atau 38,58 persen dari pagu APBN tahun 2019, meningkat 12,92 persen dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun 2018.
Sementara untuk transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) mencapai Rp403,95 triliun atau 48,86 persen dari pagu APBN tahun 2019, tumbuh sebesar 4,77 persen dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun 2018.