İqbal Musyaffa
12 November 2018•Update: 13 November 2018
Iqbal Musyaffa
Singapura
Negara-negara ASEAN berkomitmen tetap mengembangkan integrasi ekonomi kawasan meskipun sentimen anti-globalisasi dan tensi perdagangan sedang meningkat.
Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Chan Chun Sing menyampaikan komitmen tersebut saat membuka pertemuan ASEAN Economic Community Council dalam rangkaian KTT ASEAN di Singapura, Senin.
“ASEAN tetap akan memperdalam integrasi ekonomi dalam kerangka cetak biru ASEAN Economic Community (AEC) 2025,” tegas Sing.
Kesepakatan AEC pada 2015 menurut dia, telah menandai sebuah batu loncatan penting dalam perjalanan integrasi kawasan ASEAN.
“ASEAN sepakat untuk mewujudkan potensi ekonomi secara menyeluruh melalui AEC,” imbuh dia.
Sing juga menekankan kawasan ini perlu tetap terbuka dan terhubung. Selain itu, ASEAN juga perlu meningkatkan level kekuatan kolektifnya untuk mengatasi tren disrupsi ekonomi serta mengakarkan relevansinya dalam ekonomi global.
ASEAN di masa depan menurut Sing, memiliki potensi ekonomi sangat besar yang berasal dari pertumbuhan investasi asing langsung serta populasi anak muda sebanyak 630 juta seiring dengan berkembangnya masyarakat kelas menengah.
“Kawasan ini juga siap menjadi kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia setelah EU, AS, dan China,” imbuh Sing.
Sing mengatakan meskipun pertumbuhan ekonomi global saat ini penuh ketidakpastian dan meningkatnya tensi perdagangan, namun ASEAN tetap mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi global.
Dia mengungkapkan ASEAN sebagai kawasan telah menikmati pertumbuhan ekonomi tahunan rata-rata 5,1 persen sejak 2011, sementara ekonomi global hanya tumbuh rata-rata 3,9 persen.
“Ini karena fundamental ekonomi yang kuat serta tidak tergoyahkannya komitmen ASEAN terhadap integrasi ekonomi regional,” tegas Sing.