01 Agustus 2017•Update: 02 Agustus 2017
Hajer M’tiri
PARIS
WikiLeaks pada Senin merilis lebih dari 21.000 surel “asli” dari masa kampanye pemimpin Prancis Emmanuel Macron.
Dalam pernyataannya WikiLeaks mengatakan mereka menguji keaslian surel-surel itu melalui sistem Domain Keys Identified Mail dari 72.000 bocoran surel pada Mei, 2 hari sebelum pemilihan presiden ronde kedua di Prancis.
“Surel tersebut mulai dari 20 Maret 2009 hingga 24 April 2017,” bunyi pernyataannya. Dokumen-dokumen yang dibocorkan dapat ditemukan dalam Internet. Belum ada tanggapan resmi dari kepresidenan Prancis.
Selama kampanye, tim Macron menjadi target retasan siber. Stafnya menuduh peretas Rusia dan bahkan menolak memberi ijin akreditasi kantor berita pemerintah Rusia Sputnik dan RT, yang mereka tuduh menyebar propaganda Rusia dan berita palsu.
Hanya 2 hari sebelum pemilu ronde kedua pada 7 Mei, tim kampanye Macron mengaku menjadi korban serangan peretasan ketika ribuan surel dan dokumen-dokumen elektronik disebarkan online.
Kampanye Macron mengatakan dokumen itu “diperoleh… setelah surel pribadi dan profesional staf kampanye” diretas.
Analis mengatakan serangan itu mungkin berasal dari kelompok terkait intel militer Rusia. Namun tuduhan itu dibantah oleh Moskow.
Lembaga keamanan siber Prancis ANSSI membuka investigasi atas kasus tersebut.