Beyza Binnur Donmez
25 Oktober 2023•Update: 28 Oktober 2023
JENEWA
Meski pengiriman bantuan terbatas sudah dimulai akhir pekan lalu ke Jalur Gaza yang diblokade, namun tidak ada jaminan keamanan untuk mengirimkan bantuan ke rumah sakit di jalur utara, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa.
Menggarisbawahi “risiko besar” bagi orang-orang yang memberikan bantuan, Rick Brennan, direktur WHO untuk wilayah Mediterania Timur, mengatakan pada konferensi pers di Jenewa, “Kami tidak memiliki jaminan keamanan untuk mengirimkan bantuan ke Rumah Sakit Al-Shifa” –rumah sakit terbesar di wilayah tersebut – atau “rumah sakit lain di utara.”
Jadi pengiriman bantuan ke wilayah Jalur Gaza saat ini tidak memungkinkan, kata Brennan.
Pekan lalu Israel memerintahkan evakuasi warga di utara Jalur Gaza, meski kelompok bantuan internasional mengatakan memaksa lebih dari satu juta orang pindah ke selatan akan menyebabkan bencana kemanusiaan.
Namun puluhan ribu penduduk wilayah utara, termasuk orang sakit, dan lanjut usia, tidak dapat melakukan perjalanan tersebut.
Brennan dan juru bicara WHO Tarik Jasarevic – keduanya berpartisipasi secara virtual dari Kairo, Mesir – serta juru bicara UNRWA Tamara Alrifai tidak dapat memastikan apakah konvoi bantuan lain akan diizinkan memasuki Jalur Gaza pada Selasa.
Konvoi ketiga yang terdiri dari 20 truk bantuan memasuki penyeberangan Rafah dari Mesir ke Jalur Gaza pada Senin, menurut juru bicara Palestina.
PBB mengatakan Jalur Gaza membutuhkan sekitar 100 truk bantuan per hari untuk mengatasi meningkatnya kebutuhan kemanusiaan di sana.