Dunia

WAWANCARA: Negosiator perdamaian Afghanistan mengatakan kehadiran Turki di Bandara Internasional Kabul 'penting'

Taliban mencoba mengambil keuntungan dari kekosongan relatif tanpa adanya pasukan internasional, kata Dr. Abdullah Abdullah kepada Anadolu Agency

Rabia İclal Turan,Beyza Binnur Dönmez   | 20.06.2021
WAWANCARA: Negosiator perdamaian Afghanistan mengatakan kehadiran Turki di Bandara Internasional Kabul 'penting' Kepala Dewan Tinggi Afghanistan untuk Rekonsiliasi Nasional Abdullah Abdullah. (Foto file - Anadolu Agency)

Antalya

Rabia Iclal Turan dan Beyza Binnur Dönmez

ANTALYA, Turki

Kepala Dewan Tinggi Afghanistan untuk Rekonsiliasi Nasional menuduh Taliban mencoba "mengambil keuntungan dari kekosongan relatif setelah penarikan pasukan asing di negara itu," dan mengatakan bahwa kehadiran Turki di Bandara Internasional Kabul adalah 'penting.'

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Anadolu Agency di sela-sela Forum Diplomasi Antalya, Dr. Abdullah Abdullah mengatakan: “Taliban telah mencoba mengambil keuntungan dari kekosongan relatif karena kepergian pasukan internasional.”

“Taliban berusaha mengambil keuntungan dari serangan itu,” kata dia, tetapi juga menambahkan bahwa keuntungan Taliban bersifat “sementara.”

Menurut dia serangan Taliban yang meningkat adalah strategi mereka untuk menguatkan posisi di meja negosiasi atau dalam mencari solusi militer, namun hal itu "tidak akan berhasil".

Berikut petikan wawancara tersebut:

Anadolu Agency: Apa pendapat Anda tentang peran Turki dalam memastikan keamanan Bandara Internasional Kabul dan juga memperbaiki hubungan antara Pakistan dan Afghanistan pada saat yang genting ini?

Abdullah Abdullah: Apa yang kita bicarakan saat ini tentang Bandara Internasional Kabul adalah: Amerika Serikat, setelah menarik pasukannya dan pasukan NATO kemudian memulai diskusi dengan pemerintah Turki dan negosiasi mengenai apa yang harus dilakukan di Bandara Internasional Kabul dan keamanannya.

Hal itu juga diangkat dengan pemerintah Pakistan, yang telah menunjukkan persetujuannya dengan masalah itu. Namun sementara itu, rinciannya belum dibicarakan antara pemerintah Pakistan dan pemerintah Turki.

Secara pribadi, sebagai warga negara itu, saya pikir, penting jika Turki menempatkan (dirinya) di sana (Bandara Internasional Kabul).

Anadolu Agency: Apa jalan ke depan untuk merevitalisasi pembicaraan damai Istanbul? Apa yang Anda harapkan dari Turki dalam hal ini?

Abdullah Abdullah: Sayangnya, mereka (Taliban) tidak setuju dengan itu. Mereka membuat syarat yang tidak rasional dan layak untuk konferensi Istanbul.

Itu akan menjadi kesempatan lain untuk mendorong dan menghidupkan kembali proses perdamaian, atau negosiasi, yang saat ini bergerak sangat lambat, dengan langkah yang sangat lambat.

Berbagai negara di dunia terlibat dalam hal ini. PBB ingin ini terjadi.

Turki bekerja sama dengan Qatar, yang merupakan negara tuan rumah untuk negosiasi di Taliban di luar sana. Mereka memiliki kantor di sana.

Sementara itu, negosiasi dimulai pada September tahun lalu di Qatar. Qatar juga bekerja sama dengan Turki tetapi sayangnya karena posisi Taliban itu, negosiasi, atau pertemuan belum terjadi.

Anadolu Agency: Afghanistan mengalami lonjakan serangan Taliban, terutama setelah pengumuman penarikan pasukan asing. Apa strategi pemerintah Anda untuk mengatasi hal ini setelah penarikan pasukan asing?

Abdullah Abdullah: Taliban mencoba mengambil keuntungan dari kekosongan relatif yang ditinggalkan oleh tidak adanya pasukan internasional.

Taliban mencoba mengambil keuntungan dari serangan itu, dan membuat beberapa keuntungan. Tapi saya yakin keuntungan itu hanya sementara.

Rakyat menderita karenanya. Ada banyak korban baik di kedua sisi dan juga warga sipil di daerah tersebut.

Jika itu bagian dari strategi meja negosiasi, itu tidak akan terjadi. Atau jika itu bagian dari pemikiran bahwa mereka dapat memiliki solusi militer, itu juga tidak akan berhasil.

Jadi mudah-mudahan mereka akan meninjau kembali keputusan mereka, dan kembali ke meja perundingan serta melakukan negosiasi dengan serius daripada meningkatkan kekerasan.

Anadolu Agency: Apakah ada kemungkinan bagi Rusia, China, atau kekuatan besar lainnya untuk mengambil keuntungan dan meningkatkan pengaruh mereka di Afghanistan dengan memanfaatkan kekosongan kekuasaan setelah penarikan pasukan asing?

Abdullah Abdullah: Saya akan mengatakan bahwa negara-negara tetangga, dan Federasi Rusia serta Cina, memiliki keprihatinan mereka sendiri juga tentang situasi di Afghanistan.

Beberapa kelompok teroris, yang bekerja sangat erat dengan Taliban, merupakan ancaman bagi negara-negara tersebut.

Ada negara yang tidak senang dengan kehadiran pasukan NATO di Afghanistan.

Tetapi pada saat yang sama, mereka tidak ingin Afghanistan kembali ke masa lalu, atau mereka tidak ingin Talibanisasi negara mereka.

Mereka melihat itu sebagai potensi ancaman bagi keamanan mereka sendiri.

Jadi itu memberi kita pengertian bahwa, mulai saat ini, perlu ada lebih banyak kolaborasi, lebih banyak kerja sama antara negara-negara yang berbeda, daripada saling berkompetisi.

Anadolu Agency: Apakah Anda memiliki harapan terkait dengan pembicaraan Doha atau inisiatif lainnya?

Abdullah Abdullah: Ketika kami mulai, saya lebih berharap. Saya tidak mengatakan bahwa kita kehilangan harapan dalam hal itu, karena alternatifnya tidak baik.

Alternatif lebih buruk bagi rakyat Afghanistan.

Tetapi saya percaya bahwa waktu yang dihabiskan dalam negosiasi, tanpa digunakan lebih lanjut dan dimanfaatkan dengan cara yang jauh lebih baik, terutama oleh Taliban dan terutama oleh Taliban. Mereka seharusnya tidak membuang waktu.

Itu adalah kesempatan bagi kedua belah pihak untuk menyelesaikan sebagian besar perbedaan dan melanjutkan ke fase berikutnya, di mana tuntutan utama Taliban, apakah itu tuntutan utama mereka atau ini adalah alasan untuk berperang, adalah penarikan pasukan NATO, pasukan internasional, tanpa terwujud dalam waktu beberapa minggu.

Namun sayangnya, Taliban belum menganggapnya demikian. Sebagai gantinya, mereka telah meningkatkan tingkat kekerasan di negara ini.

Anadolu Agency: Terlepas dari perang yang berkecamuk, Afghanistan jelas sedang berjuang untuk mengatasi pandemi Covid-19, menurut Anda apa yang harus dilakukan lebih banyak tentang ini?

Abdullah Abdullah: Gelombang ketiga COVID di Afghanistan lebih mematikan. Lebih serius, dan lebih luas dari gelombang sebelumnya.

Berbagai negara mengalami kemajuan baru-baru ini, terutama vaksinasi dan tindakan lainnya.

Negara dan organisasi internasional dapat membantu, berbagi pengalaman, memberikan dukungan teknis dan vaksin untuk Afghanistan.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın