Muhammad Abdullah Azzam
17 Juli 2019•Update: 17 Juli 2019
Moustafa Maged Haboosh, Hacer Başer
GAZA
Hamas menuntut pembentukan komite investigasi internasional untuk menyelidiki kematian tahanan Palestina, Nassar Taqataqa di penjara Israel.
"Meninggalnya Nassar Taqataqa sekali lagi mengungkapkan kejahatan Israel dalam penahanan warga Palestina," tutur pernyataan Hamas.
"Rincian kematian tahanan Palestina mengharuskan pembentukan komite investigasi internasional,” ungkap Hamas.
Hamas juga menyebut hal tersebut harus dilakukan untuk mengekspos penyiksaan yang dialami Taqataqa selama dua minggu terakhir kepada dunia.
"Nassar Taqataqa, 31, meninggal di penjara Nitzan setelah ditahan di sel isolasi," demikian laporan Masyarakat Tahanan Palesttina (PPS) pada Selasa.
Menurut informasi dari keluarga Taqataqa, Nassar yang baru pertama kali ditahan oleh pasukan Israel itu tidak memiliki masalah kesehatan.
Taqataqa ditahan di rumahnya sebulan yang lalu di Kota Betlehem, Tepi Barat. Hingga kini tidak ada keputusan pengadilan terhadapnya.
Hingga saat ini penyebab kematiannya belum diketahui, sementara otoritas Israel belum mengeluarkan pernyataan resminya.
Sejak 1967, sekitar 220 tahanan Palestina meninggal di penjara-penjara Israel. Beberapa di antaranya meninggal tak lama setelah dibebaskan dari tahanan.
Lebih dari 5.500 warga Palestina saat ini mendekam di penjara Israel.