Dunia

Warga Suriah peringati satu tahun kejatuhan rezim, pemerintah baru klaim reformasi berjalan

Pemerintah baru yang dibentuk setelah runtuhnya pemerintahan Assad disebut mulai mengambil langkah untuk penyediaan layanan dasar

Muhammed Karabacak, Yasin Gungor  | 08.12.2025 - Update : 10.12.2025
Warga Suriah peringati satu tahun kejatuhan rezim, pemerintah baru klaim reformasi berjalan

DAMASKUS/ISTANBUL

Warga Suriah memperingati satu tahun tumbangnya rezim Partai Baath yang telah berkuasa selama 61 tahun dengan perayaan dan harapan baru, di tengah klaim perbaikan pasokan listrik, layanan publik, serta situasi keamanan sejak pemerintahan baru terbentuk.

Sejumlah warga Damaskus mengatakan kesulitan yang mereka alami pada masa pemerintahan Bashar al-Assad kini berkurang.

Mereka menyatakan optimistis pemerintahan baru dapat membawa Suriah menuju masa depan yang lebih baik, terutama terkait kebebasan, perekonomian, dan keamanan.

Pemerintah baru yang dibentuk setelah runtuhnya pemerintahan Assad disebut mulai mengambil langkah untuk penyediaan layanan dasar.

Langkah itu meliputi pemulihan pasokan listrik dan pembayaran gaji aparatur sipil, disertai sejumlah kebijakan yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari warga.

Dalam dekrit presiden pada Juni, gaji pegawai negeri dilaporkan dinaikkan dari 250.000 pound Suriah (sekitar USD15 saat itu) menjadi 750.000 pound Suriah (sekitar USD65).

Di saat yang sama, pekerjaan perbaikan dan pemeliharaan jaringan listrik nasional juga dimulai setelah infrastruktur tersebut mengalami kerusakan berat selama 14 tahun pengeboman.

Kementerian Energi Suriah menyatakan kapasitas produksi listrik meningkat setelah pekerjaan di pembangkit listrik utama, dengan dukungan pasokan gas alam dari Azerbaijan serta dukungan dari Türkiye.

Pada masa pemerintahan sebelumnya, listrik disebut hanya menyala beberapa jam dalam sehari.

Kebijakan baru kemudian memperpanjang pasokan menjadi 8–10 jam per hari. Sejumlah kota besar, termasuk Aleppo, Homs, dan Damaskus, juga dilaporkan mendapat uji coba pasokan listrik tanpa putus selama 24 jam untuk pertama kalinya dalam 15 tahun.

Selain itu, sejumlah penjara yang dikenal luas di Suriah—termasuk Sednaya, penjara militer Mezzeh, dan Khatib—dilaporkan ditutup permanen.

Warga Damaskus, Kris Tume, mengatakan transportasi sempat hampir lumpuh pada masa pemerintahan sebelumnya karena kelangkaan bahan bakar.

Dia menyebut situasi kini berubah dengan ketersediaan bensin dan solar yang lebih baik. Tume juga menyinggung masuknya teknologi yang selama bertahun-tahun dibatasi, serta mulai tumbuhnya sektor kecerdasan buatan pada tahun ini.

Zein al-Abidin, warga yang baru kembali ke Suriah setelah 14 tahun, mengatakan pada masa lalu kebebasan berpendapat sangat dibatasi hingga berbicara di jalan pun dianggap berisiko. Menurutnya, kondisi saat ini lebih memungkinkan warga menyampaikan pendapat. Ia juga menyebut adanya perbaikan yang terlihat pada infrastruktur dan layanan.

Warga lainnya, Maryam al-Khalid, menyatakan situasi keamanan kini jauh lebih baik dibanding sebelumnya. Ia juga mencontohkan akses layanan kesehatan yang dinilai lebih cepat, serta menyebut adanya perubahan pada kebersihan kota, infrastruktur, area publik, dan pendidikan.

Sementara itu, Khalid al-Khatib, yang terakhir kali mengunjungi Damaskus pada 2012, menggambarkan masa lalu sebagai periode penuh tekanan keamanan.

Dia juga menyinggung kondisi ekonomi, termasuk klaim penguatan nilai tukar, seraya menyatakan harapan agar situasi terus membaik.

Warga bernama Ghadir Masifaa menyebut perubahan yang terjadi sebagai kebebasan baru, termasuk pengalaman bepergian tanpa pemeriksaan ketat. Ia menyatakan optimistis Suriah akan terus bergerak maju dan mengajak warga yang sempat pergi untuk kembali berkontribusi.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın