Maria Elisa Hospita
24 April 2020•Update: 24 April 2020
Enes Canli
ANKARA
Memasuki hari pertama bulan Ramadan, seorang warga sipil tewas dalam serangan yang diluncurkan oleh pasukan Khalifa Haftar di Tripoli, Libya.
"Serangan roket itu menargetkan wilayah Ain Zara pada Jumat pagi," ungkap juru bicara Kementerian Kesehatan di bawah pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA) Libya.
Pekan lalu, pasukan GNA melancarkan operasi militer untuk mengambil kendali Tarhuna, kota strategis yang diduduki Haftar.
Tarhuna adalah benteng pertahanan terakhir pasukan Haftar yang terletak dekat dengan Tripoli, yang dijadikan sebagai jalur pasokan mereka dari pangkalan udara Al-Jufra.
GNA telah diserang oleh pasukan Haftar sejak April lalu, dan serangan itu telah menewaskan lebih dari 1.000 orang.
Sebagai balasan, GNA kemudian meluncurkan Operasi Badai Perdamaian pada 26 Maret untuk melawan serangan di ibu kota.
Sejak wafatnya Muammar Khadaffi pada 2011, dua kursi kekuasaan muncul di Libya, satu di Libya Timur yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi di Tripoli yang diakui PBB dan komunitas internasional.
*Ditulis oleh Jeyhun Aliyev