Rhany Chairunissa Rufinaldo
01 Oktober 2018•Update: 01 Oktober 2018
Abdul Raouf Arnaout
YERUSALEM
Palestina melancarkan aksi protes umum di Tepi Barat dan Jalur Gaza pada Senin untuk mendukung warga Arab Israel menentang undang-undang kontroversial yang mengakui Israel sebagai "negara bangsa" dari orang-orang Yahudi.
Tempat usaha dan sekolah ditutup di wilayah pendudukan dan kota-kota mayoritas Arab di Israel.
"Saya dapat mengatakan bahwa ada komitmen penuh terhadap protes itu," kata anggota Knesset (parlemen Israel) keturunan Arab Massoud Ghanayem kepada Anadolu Agency.
Tindakan itu dilancarkan untuk mendukung warga Arab Israel yang menyebut aksi tersebut sebagai protes terhadap undang-undang "negara bangsa", yang disahkan oleh Knesset pada Juli.
Undang-undang itu mendefinisikan Israel sebagai negara Yahudi dengan "Yerusalem bersatu" sebagai ibu kotanya. Undang-undang ini juga telah mempromosikan bahasa Ibrani sebagai satu-satunya bahasa resmi, menghapus bahasa Arab sebagai bahasa resmi sementara mengakui "status istimewanya".
Undang-undang kontroversial ini berisiko semakin mengasingkan minoritas Arab yang berpendapat bahwa mereka sudah menghadapi diskriminasi dari orang Yahudi Israel dan pemerintah dan sudah merasa seolah-olah mereka adalah warga negara kelas dua.
"Warga Palestina di seluruh wilayah pendudukan mengambil bagian dalam aksi protes," kata Ghanayem. "Persatuan ini diperlukan karena undang-undang negara bangsa menargetkan semua masalah rakyat Palestina, baik itu pengungsi, hak mereka untuk menentukan nasib sendiri, maupun kehadiran warga Arab di dalam Israel,” katanya.
Warga Palestina, yang memiliki kewarganegaraan Israel membentuk 21 persen dari populasi, dikenal sebagai orang Arab Israel dan memiliki perwakilan di Knesset.
Aksi protes pada Senin itu bertepatan dengan pembunuhan 13 warga Arab Israel oleh polisi Israel saat intifada Palestina pada awal 2000 yang dipicu oleh kunjungan kontroversial oleh pemimpin oposisi saat itu Ariel Sharon ke kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur.
Bagi umat Muslim, Al-Aqsa merupakan situs paling suci ketiga di dunia. Sementara orang Yahudi merujuk daerah itu sebagai "Gunung Bait Suci", mengklaim bahwa itu adalah tempat berdirinya dua kuil Yahudi di zaman kuno.
Yerusalem masih berada di jantung konflik Timur Tengah, sementara Palestina berharap jika Yerusalem Timur - yang diduduki oleh Israel sejak 1967 - pada akhirnya bisa berfungsi sebagai ibu kota negara Palestina merdeka.