Muhammad Abdullah Azzam
14 Mei 2018•Update: 14 Mei 2018
Nour Mahd Ali Abu Aisha, Hamdi Yıldız, Esat Fırat
GAZA/YERUSALEM
Warga Palestina di Jalur Gaza melakukan aksi demonstrasi guna memprotes keputusan pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem serta memperingati Hari Nakba atau hari malapetaka yang ke-70 tahun.
Dalam sebuah pernyataan tertulis, Hamas mengajak seluruh warga Palestina dimana pun mereka berada untuk berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa di berbagai wilayah di Palestina.
Dalam kesempatan itu, Hamas kembali menegaskan tuntutan penghapusan blokade di Jalur Gaza, menuntut penyelesaian masalah yang dihadapi oleh rakyat Palestina, pengangkatan sanksi, serta menolak pemerasan melalui makanan anak-anak, obat-obatan untuk orang sakit dan pendidikan.
Seperti biasa warga Gaza kembali membawa ban mobil ke wilayah perbatasan dan membakarnya untuk melindungi diri mereka dari penembak jitu Israel.
Kementerian Kesehatan Palestina telah mempersiapkan tenda dan tempat tidur tambahan di taman-taman rumah sakit dan pusat kesehatan untuk mengantisipasi kemungkinan korban yang membanjir akibat serangan-serangan dari tentara Israel.
Di sisi lain, Juru Bicara Komite Palang Merah Internasional di Gaza, Suhair Zakkut mengatakan bahwa pihaknya telah mengirim dua dokter bedah ke Jalur Gaza untuk mendukung pelayanan kesehatan di sana.
Kementerian Dalam Negeri Palestina di Gaza juga telah melakukan berbagai persiapan untuk mengerahkan semua unit keamanan selama aksi tersebut.
Di sisi lain, menurut berita dari media Israel, pasukan dan unit keamanan Israel mendapatkan peringatan keamanan yang keras terkait aksi demonstrasi rakyat Palestina pada 14-15 Mei ini.
Dalam berita itu, tentara Israel dilaporkan sedang melakukan persiapan untuk menambah jumlah pasukan menjadi dua kali lipat di Tepi Barat dan Jalur Gaza.
Pada lembaran brosur yang disebarkan dari udara melalui pesawat milik militer Israel, otoritas Israel mengancam akan menembak mati warga Palestina yang mendekati pagar kawat di sepanjang perbatasan.
Unjuk rasa tersebut akan berlangsung hingga besok Selasa 15 Mei, yang bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Negara Israel yang ke-70.
Sejak unjuk rasa dimulai pada 30 Maret, setidaknya 47 demonstran asal Palestina tewas dan ratusan lainnya terluka.
Warga Palestina dalam dua hari ini akan menyelenggarakan aksi demonstrasi untuk mengutuk pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem serta memperingati Hari Nakba hari kehancuran atau hari malapetaka dimana kenangan buruk tentang pengusiran bangsa Palestina yang kemudian mendorong terbentuknya Negara Israel pada tahun 1948.