Maria Elisa Hospita
31 Mei 2019•Update: 31 Mei 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Amerika Serikat telah melampaui rekor untuk kasus campak terbanyak dalam satu tahun.
Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) mengungkapkan sepanjang tahun 2019, ada sebanyak 971 kasus campak yang dilaporkan.
Kasus terbanyak ditemukan di New York City dan Rockland County, New York.
Rekor itu melampaui 963 kasus selama tahun 1994.
Penderita campak paling banyak berasal dari komunitas Yahudi ultra-Ortodoks yang biasanya tidak memvaksinasi anak-anak mereka.
Pada 2000, virus campak di AS dibasmi besar-besaran.
CDC memperingatkan jika wabah terus berlanjut selama musim panas dan musim gugur, AS berisiko kehilangan status eliminasi campak.
"Dan itu akan menjadi pukulan besar bagi bangsa dan kerja keras yang dilakukan oleh semua tingkat kesehatan masyarakat selama ini menjadi sia-sia," kata CDC.
Sebelum penggunaan vaksin massal, sekitar 3 hingga 4 juta orang di AS tertular virus campak setiap tahunnya, yang mengakibatkan 400 hingga 500 kematian per tahun dan 48.000 dirawat di rumah sakit.
"Campak dapat dicegah, dan cara untuk mengakhiri wabah ini adalah untuk memastikan bahwa semua anak dan orang dewasa divaksin. Sekali lagi, saya ingin meyakinkan para orang tua bahwa vaksin itu aman dan tidak menyebabkan autisme,” ujar Direktur CDC Robert Redfield dalam sebuah pernyataan.