Fuat Kabakcı
02 April 2021•Update: 06 April 2021
ANKARA
Produsen obat-obatan Amerika Serikat (AS) Pfizer dan mitranya dari Jerman BioNTech pada Kamis mengumumkan bahwa vaksin virus korona mereka efektif hingga enam bulan setelah dosis kedua.
Penelitian penting Tahap 3 menunjukkan suntikan vaksin itu "91,3 persen efektif melawan Covid-19, diukur tujuh hari hingga enam bulan setelah dosis kedua," kata perusahaan itu dalam pernyataan bersama.
Sementara Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di AS menemukan vaksin itu 100 persen efektif melawan penyakit parah, sementara Food and Drug Administration (FDA) mengatakan vaksin itu 95,3 persen efektif.
Data keamanan yang dikumpulkan dari lebih dari 12.000 peserta yang divaksinasi, yang memiliki waktu proses setidaknya enam bulan setelah dosis kedua, menunjukkan "profil keamanan dan tolerabilitas yang menguntungkan," menurut pernyataan itu.
"Data ini mengonfirmasi profil kemanjuran dan keamanan yang menguntungkan dari vaksin kami dan memposisikan kami untuk mengajukan Permohonan Lisensi Biologis ke FDA di AS," kata Albert Bourla, CEO Pfizer.
"Kemanjuran vaksin yang tinggi yang diamati hingga enam bulan setelah dosis kedua dan terhadap varian yang lazim di Afrika Selatan memberikan keyakinan lebih lanjut dalam keefektifan vaksin kami secara keseluruhan," imbuh Bourla.
Uji coba tersebut dilakukan dengan 46.307 peserta.
Sementara itu, kesalahan manusia mencemari hingga 15 juta dosis vaksin Johnson & Johnson yang diproduksi di sebuah pabrik di Baltimore, Maryland, menurut laporan media.
Campuran tersebut menyebabkan penundaan pengiriman dosis pada masa depan di AS karena penyelidikan FDA berlanjut, lapor The New York Times pada Rabu.