Maria Elisa Hospita
20 Februari 2018•Update: 20 Februari 2018
Rafiu Ajakaye
LAGOS, Nigeria
Angka kematian bayi secara global masih mengkhawatirkan, dan kawasan Afrika Sub-Sahara menyumbang kematian bayi - meninggal sebelum berusia satu bulan - dalam jumlah tertinggi, kata UNICEF, Selasa.
"Setiap tahunnya, 2,6 juta bayi di seluruh dunia, tak mampu bertahan hidup selama lebih dari satu bulan. Satu juta di antaranya meninggal saat lahir," tulis UNICEF dalam laporan terbarunya mengenai kematian bayi global.
"Dalam laporan disebutkan bahwa 8 dari 10 tempat berbahaya untuk melahirkan adalah di kawasan Afrika Sub-Sahara. Perempuan yang melahirkan kesulitan mendapat pertolongan, karena kemiskinan, konflik, dan lemahnya institusi. Dengan 29 kematian per 1.000 kelahiran, UNICEF menempatkan Nigeria di urutan ke-11 sebagai negara dengan angka kematian bayi tertinggi," jelas UNICEF.
Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta Fore mengatakan bahwa data tersebut menunjukkan kurangnya upaya pencegahan kematian bayi berusia di bawah sebulan, meskipun dalam seperempat abad terakhir, jumlah angka kematian anak usia bawah lima tahun telah berkurang separuhnya.
Menurut UNICEF, 80 persen kematian disebabkan oleh asfiksia, komplikasi saat lahir, atau infeksi seperti pneumonia dan sepsis.
Dikatakan pula bahwa kematian dapat dicegah dengan akses ke bidan yang terlatih selama pemeriksaan kandungan dan pasca melahirkan, ketersediaan air bersih dan desinfektan, dan pemberian air susu ibu selama satu jam pertama pasca kelahiran, serta nutrisi yang cukup.