Rhany Chairunissa Rufinaldo
22 Maret 2021•Update: 23 Maret 2021
BERLIN
Rencana Uni Eropa untuk secara langsung menyumbangkan vaksin Covid-19 ke negara-negara miskin telah dibekukan.
Dalam sebuah wawancara dengan Funke Media Group Jerman pada Minggu, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan negara-negara anggota UE masih menghadapi masalah dalam memperoleh vaksin untuk mereka sendiri karena masalah produksi dan pengiriman.
Dia mengatakan rencana inisiatif UE untuk mendonasikan vaksin Covid-19 secara langsung ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah tidak akan dimulai sampai mereka mencapai kemajuan dalam menyelesaikan masalah ini.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menyarankan bulan lalu bahwa negara anggota UE dapat menyumbangkan hampir 5 persen dari vaksin Covid-19 yang mereka terima dari produsen ke negara-negara Afrika untuk memvaksinasi petugas kesehatan.
UE sejauh ini telah memesan hampir 2,6 miliar dosis vaksin dari produsen terkemuka, tetapi hingga pertengahan Maret, hanya sekitar 70 juta dosis vaksin yang dikirimkan ke 27 negara anggota UE.
Terlepas dari tujuan mereka untuk memvaksinasi 70 persen dari populasi orang dewasa pada akhir musim panas, negara-negara UE secara signifikan tertinggal dari Amerika Serikat, Inggris dan Israel dalam memvaksinasi Covid-19.
Negara-negara anggota UE sejauh ini telah memberikan 56 juta dosis yang setara dengan 6,3 dosis untuk setiap 100 orang di Uni Eropa.
Komisi Eropa diamanatkan oleh negara-negara anggota untuk mengatur pengadaan bersama vaksin.
Namun, komisi mendapat kecaman besar dalam beberapa pekan terakhir karena terlalu lambat mengamankan kesepakatan dan salah mengelola peluncuran vaksin.