Muhammad Abdullah Azzam
05 Maret 2019•Update: 05 Maret 2019
Ekip
BAGHDAD
Situs jejaring sosial yang berbasis di Amerikat Serikat (AS) Twitter, menutup akun resmi "Jaringan Media Keamanan" yang tehubung dengan Perdana Menteri Irak Adil Abdulmehdi.
"Perusahaan Twitter telah menutup akun resminya divisi Jaringan Media Keamanan yang terhubung dengan kantor Perdana Menteri Adil Abdul Mahdi," ungkap pernyataan tertulis dari Pusat Media Digital Irak.
Akun tersebut dibuka 18 Februari lalu dan diumumkan resmi pada 22 Februari, dan diikuti dengan 420 follower.
Sejak awal didirikan, akun Twitter Security Media Network Irak itu telah mengirimkan 10 unggahan.
"Alasan penutupan karena anggota-anggota kelompok radikal yang melakukan pengaduan dengan menggunakan akun palsu," ungkap pernyataan tersebut.
Pernyataan itu juga meminta Twitter meninjau kembali keputusannya itu.
Setelah organisasi teroris Daesh merebut Mosul, kota terbesar kedua di Irak pada Juni 2014, pemerintah Irak membangun sebuah unit bernama "Jaringan Media Keamanan" untuk melayani militer dan keamanan di bidang pers dan keamanan.