Maria Elisa Hospita
13 November 2018•Update: 13 November 2018
Leyla Ataman Koyuncuoglu
ANTALYA, Turki
Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan bahwa kritik Prancis terhadap Presiden Turki dalam pengusutan kasus pembunuhan jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, keterlaluan.
"Menlu Prancis sudah kelewatan. Dia harus tahu bagaimana berbicara dengan seorang presiden," tegas Mevlut Cavusoglu sambil menuding Jean-Yves Le Drian berbohong.
Pada Senin, Le Drian mengklaim bahwa Prancis tidak memiliki rekaman pembunuhan Khashoggi, dan Presiden Recep Tayyip Erdogan sedang melakukan "permainan politik" atas kasus tersebut.
Klaim itu jelas bertentangan dengan pernyataan Erdogan sebelumnya bahwa Ankara telah berbagi rekaman pembunuhan Khashoggi dengan Arab Saudi, Amerika Serikat, Jerman, Prancis, dan Inggris.
"Saya tahu dinas intelijen kami sudah memberikan semua informasi, termasuk penyadapan dan transkrip, kepada intelijen Prancis sesuai permintaan mereka pada 24 Oktober," tegas Cavusoglu.
"Kami akan mengusut kasus Khashoggi sampai akhir. Kami bekerja sama dengan semua pihak secara internasional," kata dia lagi.
"Sementara seluruh dunia memuji sikap Turki, tuduhan Menlu Prancis sangat membingungkan. Ada apa di balik ini semua? Apakah mereka mencoba untuk menutup-nutupi pembunuhan ini?" ujar Menlu Turki.
Cavusoglu pun berjanji untuk meninjau adanya kesepakatan Prancis - Saudi.
Khashoggi, kolumnis The Washington Post, menghilang sejak 2 Oktober, setelah dia memasuki Konsulat Saudi di Istanbul.