Dandy Koswaraputra
01 Juni 2018•Update: 01 Juni 2018
Enes Kaplan
MALATYA, Turki
Turki telah menaklukkan 4.500 teroris selama Operasi Ranting Zaitun di wilayah Afrin Suriah, kata Presiden Recep Tayyip Erdogan, Kamis.
Erdogan membuat pernyataan saat berbuka puasa di provinsi Malatya timur.
Dia mengatakan Turki juga membersihkan ancaman Daesh di sepanjang perbatasan negara.
"Langkah kami dalam Operasi Perisai Eufrat dan kota Jarabulus di Suriah utara sudah jelas. Kami menaklukkan 3.000 teroris Daesh," kata Erdogan.
Operasi Perisai Euphrates berlangsung dari Agustus 2016 hingga Maret 2017 untuk menghilangkan ancaman teror di sepanjang perbatasan Turki.
Presiden mengatakan Turki telah melakukan pukulan terberat terhadap kelompok teror PKK dalam sejarah.
"Gunung-gunung, tempat para teroris PKK pernah bebas berkeliaran, menjadi kuburan teroris ini. Tentara-tentara Turki memasuki sarang mereka. Para teroris melarikan diri, tentara kami mengejar mereka. Kami menaklukkan 4.500 teroris di Operasi Ranting Zaitun di Afrin," kata Erdogan.
Dia mengatakan sekarang ada perdamaian dan keamanan di Afrin, menambahkan bahwa masyarakat Turki, Kurdi, Arab dan Turkmen hidup dalam kedamaian dan keamanan di sana.
Pada 18 Maret, pasukan yang didukung Turki membebaskan pusat kota Afrin, yang telah menjadi tempat persembunyian utama bagi kelompok teror YPG / PKK sejak 2012.
Secara terpisah, Erdogan menghadiri pertemuan besar Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) yang berkuasa di Malatya.
Pada tanggal 27 Mei, presiden sebelumnya mengumumkan bahwa Turki menaklukkan 4.480 teroris di Afrin Suriah sejak peluncuran Operasi Ranting Zaitun.
Otoritas Turki sering menggunakan kata "dinetralkan" dalam pernyataan mereka untuk menyiratkan bahwa teroris yang bersangkutan menyerah atau terbunuh atau ditangkap.
Januari ini, Turki meluncurkan Operasi Ranting Zaitun di Afrin, Suriah utara untuk membersihkan kelompok-kelompok teroris dari daerah itu. Setelah membebaskan kota Afrin, Ankara mengatakan mungkin juga memperluas operasinya lebih jauh ke timur ke Manbij, kecuali kelompok teroris YPG / PKK meninggalkan kota yang strategis.