Dandy Koswaraputra
01 Juni 2018•Update: 02 Juni 2018
Nour Abu Aisha
KOTA GAZA, Palestina
Kelompok perlawanan Hamas memuji peran Kuwait dalam menggagalkan rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB yang diusulkan mengenai roket yang ditembakkan ke Israel dari Jalur Gaza yang diblokade." kata Hamas dalam sebuah pernyataan, Kamis.
Menurut Hamas, pemerintah Presiden AS Donald Trump telah berusaha menggunakan rancangan resolusi untuk "menutupi kejahatan pendudukan [Israel] terhadap orang-orang Palestina di Gaza".
Hamas juga memuji posisi Rusia, yang, kata kelompok itu, telah "membela Palestina dalam menghadapi bias AS dan agresi Israel yang tidak adil".
Hamas menuduh pemerintah AS "benar-benar bias terhadap pendudukan Israel, yang mendorong kekerasan dan terorisme lebih lanjut terhadap rakyat Palestina".
Kelompok ini menyerukan kepada DK PBB - dan organisasi internasional lainnya - untuk "meningkatkan upaya agar menuntut penjajahan Israel atas kejahatannya ... dan mendukung hak rakyat Palestina untuk kebebasan dan kemerdekaan".
Sumber-sumber diplomatik di PBB mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Rabu bahwa rancangan resolusi yang diusulkan AS telah mengutuk peluncuran roket ke Israel oleh kelompok-kelompok perlawanan yang bermarkas di Gaza.
Namun, Rabu malam, Kuwait - yang saat ini duduk di DK PBB sebagai anggota tidak tetap – menolak teks dalam draf tersebut.
Ketegangan meningkat di wilayah Palestina sejak Desember lalu, ketika Trump mengumumkan keputusannya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
Pada tanggal 14 Mei, AS memindahkan kedutaan Israelnya dari Tel Aviv ke Yerusalem, menarik kecaman dari seluruh dunia Arab dan Muslim dan mengobarkan nafsu di wilayah Palestina.
Sejak 30 Maret, setidaknya 118 warga Palestina telah tewas - dan ribuan lainnya terluka - oleh tembakan tentara Israel di dekat pagar perbatasan Gaza-Israel.