Dandy Koswaraputra
01 Juni 2018•Update: 02 Juni 2018
Ali Cura
MOSKOW
Pemimpin Suriah Bashar Assad mengatakan bahwa Damaskus siap untuk mengambil alih kendali terhadap Suriah Utara jika dialog antara rezimnya dengan kelompok teroris YPG/PKK tidak berhasil.
Dalam wawancara pada Rabu dengan radio Russia Today, Assad mengatakan bahwa konflik negaranya "hampir berakhir".
"Washington punya beberapa kartu lagi untuk dimainkan setelah pembebasan [oleh rezim Suriah] Homs, Deir ez-Zor, dan Damaskus," tegas dia.
"Kami telah mengalahkan banyak kelompok teroris," ucap dia. "Tinggal kelompok Pasukan Demokratis Suriah [SDF] saja."
Damaskus "terbuka untuk dialog", imbuh Assad, mengatakan bahwa kebanyakan anggota SDF adalah orang Suriah "yang mencintai Suriah dan tidak mau dimanfaatkan sebagai pion oleh orang luar."
Dia menambahkan: "Jika dialog dengan YPG/PKK tidak berhasil, kami siap untuk membebaskan area itu dengan paksa."
Dia juga memuji pendekatan Moskow yang "bijak" terhadap konflik, yang, sebut dia, telah "mencegah konfrontasi langsung antara Rusia dengan AS."
Suriah baru mulai bangkit dari konflik merusak yang berawal dari 2011 ketika rezim Assad membubarkan massa pedemo dengan keganasan yang tidak disangka-sangka.