Kubra Chohan
22 Desember 2017•Update: 22 Desember 2017
Kubra Chohan
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyambut baik penolakan Majelis Umum PBB atas keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tentang status Yerusalem, Kamis.
“Kami menyambut dukungan luar biasa Majelis Umum PBB untuk sebuah resolusi bersejarah mengenai Al-Quds Al-Sharif dengan senang hati," tulis Erdogan di Twitter.
“Kami mengharapkan pemerintahan Trump segera membatalkan keputusan yang disayangkan dan ketidaksahannya telah dinyatakan secara jelas oleh UNGA,” tulis Erdogan.
Erdogan menambahkan, "atas nama saya pribadi dan rakyat Turki, saya mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang telah mendukung perjuangan Palestina dan Al-Quds Al-Sharif.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyetujui sebuah resolusi yang meminta Amerika Serikat untuk menarik pengakuannya atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel, Kamis.
Sebanyak 128 anggota mendukung resolusi Yerusalem, sembilan negara menolak sementara 35 lainnya abstain.
Dalam sebuah pernyataan, Perdana Menteri Turki Binali Yildirim mengatakan bahwa resolusi PBB "menciptakan sebuah peluang baru untuk upaya perdamaian" di wilayah tersebut.
"[Resolusi PBB mengenai Yerusalem] sekali lagi telah mengumumkan kepada seluruh dunia bahwa orang yang benarlah yang kuat bukan mereka yang kuat.
Yildirim mengatakan Turki akan terus berpihak pada "saudara Palestina, kemanusiaan, Yerusalem, keadilan dan orang-orang yang tertindas".
Hukum internasional memandang Tepi Barat - termasuk Yerusalem Timur - sebagai "wilayah yang diduduki" dan menganggap semua permukiman Yahudi yang dibangun di wilayah tersebut ilegal.
Yerusalem masih menjadi poros konflik Israel-Palestina, karena orang-orang Palestina menginginkan Yerusalem Timur menjadi ibu kota Palestina di masa yang akan datang.