Rıskı Ramadhan
20 Januari 2018•Update: 22 Januari 2018
ANKARA
Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu mengatakan bahwa sebuah operasi darat yang menargetkan organisasi teroris PYD/PKK di Afrin Suriah telah "aktif" dimulai.
Saat menghadiri kongres tahunan Partai Keadilan dan Pembangunan ( Partai AK) tingkat provinsi yang keenam di kota Kutahya, Turki, Erdogan mengatakan, operasi Afrin akan diikuti dengan sebuah operasi di Manbij karena "janji-janji yang dibuat kepada Turki tidak ditepati”.
Presiden menegaskan, mengubah nama kelompok teror tidak membuat Turki puas.
"PKK, YPG, PYD adalah sama; mengganti nama mereka tidak mengubah fakta bahwa mereka adalah organisasi teror," tegas Erdogan
"Mereka bermain dengan cara mereka sendiri di Suriah, dengan mengubah nama organisasi teror tersebut.
"Siapa yang kalian bohongi? Nama organisasi itu adalah PKK, PYD, YPG," jelas Erdogan
Erdogan mengkritik Amerika Serikat karena bekerja sama dengan PKK, sebuah organisasi yang termasuk dalam daftar teroris AS dan Uni Eropa.
"Mereka tahu betul itu dan melakukan segala cara untuk membohongi Turki dan dunia," kata dia.
Erdogan juga mengatakan bahwa Turki akan "menghapus terorisme yang mencoba mengepung negara tersebut sampai ke perbatasan Irak".
Ancaman terhadap keamanan nasional
"Saya ingin menggarisbawahi satu hal dengan jelas," kata Erdogan.
"Kami tidak memiliki pemikiran negatif mengenai integritas wilayah Suriah dan masa depannya yang independen dan sejahtera. Sebaliknya, kami mengambil langkah-langkah ini untuk menjamin keamanan nasional kami beserta keamanan, kedamaian dan masa depan 13 juta saudara Suriah kami (yang mengungsi),” tegas Erdogan.
Pada hari yang sama, pasukan keamanan Turki menyerang beberapa target PYD/PKK di kota perbatasan Afrin, Suriah guna mencegah terbentuknya "koridor teror" di sepanjang perbatasan Turki.
Tentara Turki meluncurkan setidaknya 15 tembakan artileri ke sarang organisasi teroris di Afrin.
Unit militer Turki telah ditempatkan di Afrin, sebuah distrik di provinsi Aleppo dekat perbatasan Turki-Suriah, yang dikepung oleh organisasi teroris PYD/PKK.
Kelompok PYD/PKK adalah perpanjangan tangan kelompok teroris PKK yang beroperasi di Suriah. PKK terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS, dan Uni Eropa.
PKK telah melakukan teror di Turki selama lebih dari 30 tahun, yang menewaskan hampir 40,000 orang. Lebih dari 1,200 aparat keamanan Turki tewas oleh serangan PKK sejak 2015 saja, menyusul gagalnya gencatan senjata antara Turki dan PKK.