Turki, Dunia

Turki: Operasi akan berakhir jika para teroris tinggalkan zona aman

Presiden Turki mengatakan operasi militer negaranya akan berakhir jika kelompok teroris keluar dari zona aman yang ditentukan Turki

Muhammad Abdullah Azzam   | 16.10.2019
Turki: Operasi akan berakhir jika para teroris tinggalkan zona aman Anggota Tentara Nasional Suriah (SNA) beristirahat ketika mereka memulai operasi di desa Ras al-Ayn Suriah setelah pusat kota dibersihkan dari teroris PKK dan milisi YPG Kurdi Suriah, yang Turki anggap sebagai kelompok teror, dalam Operasi Perdamaian Turki Musim semi, pada 15 Oktober 2019. (Huseyin Nasir - Anadolu Agency)

Istanbul

Muhammad Abdullah Azzam

ISTANBUL

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengungkapkan tawaran dari pihaknya bila kelompok teroris YPG/PKK melepaskan senjata, menghancurkan semua perangkap dan meninggalkan zona aman di Suriah utara malam ini, maka operasi militer Turki akan berakhir.

Presiden Turki sekaligus Ketua Partai AK itu berpidato pada pertemuan fraksi partainya di gedung parlemen.

Erdogan menuturkan negara-negara yang menciptakan proyek Daesh, lalu memberikan dana dan arahan kepada kelompok teroris itu, kini muncul seolah musuh terbesar bagi Daesh.

Namun, tutur Erdogan, kami mengetahui siapa saja yang berperan dalam proyek ini.

Presiden Erdogan juga mengeritik dunia Arab yang mengeritik negaranya.

“Wahai Liga Arab berapa banyak warga Suriah yang sudah kalian tampung? Kalian malah mengeluarkan Suriah dari Liga Arab,” ujar Erdogan dalam pidatonya yang disiarkan televisi nasional Turki.

Erdogan menyayangkan negara-negara Arab menggunakan isu Suriah untuk menghina Turki.

Terkait upaya Turki melawan propaganda hitam, Erdogan mengatakan bangsa dan negara Turki tak memiliki riwayat “menyerah”.

“Kami telah melakukan apa yang harus kami lakukan. Kami telah mengangkat bendera perjuangan bersama dengan rakyat kami,” ujar Erdogan.

Presiden Erdogan menyampaikan belasungkawa untuk para kerabat 20 warganya yang tewas selama operasi anti-teroris di perbatasan. Dia juga berharap kesembuhan bagi 170 warga lainnya yang terluka.

“Mereka (pihak yang mendukung teroris YPG) tak menyangka tentara Turki akan melangkah sejauh ini. Mereka melihat perhitungan mereka keliru, jadi mereka sekarang mulai berkomunikasi," sebut Erdogan.

Dalam sejarah, Turki tak memiliki riwayat pembantaian terhadap warga sipil. Turki tak akan pernah melakukan itu, tegas Presiden Turki.

"Jika kalian ingin melihat pembantaian warga sipil, lihat saja ke Afghanistan, Arakan, Karabakh di Kaukasus dan Bosnia di Balkan.”

“Mereka yang menuduh Turki membantai warga sipil berarti mereka sudah buta, tuli, bisu, hatinya rusak, hati nuraninya gelap," ungkap Erdogan.

Ketua Partai AK itu menyebut pihaknya sangat sensitif soal masalah warga sipil yang tak berdosa.

Erdogan mengecam organisasi teroris YPG/PKK yang menyerang gereja di Suriah utara dengan penembak jitu. Dia sangat menolak tudingan bahwa Turki menyerang warga sipil di kawasan itu.

"Teroris YPG/PKK menembaki gereja dengan penembak jitu. Kami tidak pernah melakukan itu. Karena itu adalah tempat ibadah,” ujar Erdogan.

“Kami sangat sensitif dengan masalah ini. Kami tidak berperang melawan rakyat Suriah. Tapi kami hanya melawan para pendzolim yang menindas rakyat Suriah,” tukas Erdogan.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). . Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın