Hayati Nupus
21 April 2019•Update: 22 April 2019
Ali Murat Alhas Zehra Nur Duz
ANKARA
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Minggu mengecam serentetan serangan bom di Sri Lanka yang menewaskan setidaknya 138 orang dan melukai lebih dari 400 orang.
Dalam unggahannya di Twitter, Erdogan mengatakan: “Saya mengutuk sekeras mungkin serangan teror Paskah di #SriLanka. Ini serangan terhadap seluruh umat manusia.”
“Atas nama orang-orang Turki, saya menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan orang-orang #SriLanka, dan berharap mereka yang terluka cepat pulih,” tambah dia.
Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu juga mengutuk serangan "menargetkan orang tak bersalah di gereja dan hotel selama Paskah".
“Tak peduli apapun motifnya, serangan teror keji di Sri Lanka sama dengan yang terjadi di Christchurch [Selandia Baru]: pengecut, biadab dan kejam. Teror tidak memiliki agama, tidak bangsa, tidak geografis," kata dia.
Juru Bicara Kepresidenan Ibrahim Kalin juga menyampaikan belasungkawa kepada mereka yang terluka, sekaligus mengutuk serangan itu.
“Saya menyampaikan belasungkawa kepada mereka yang kehilangan nyawa, dan berharap yang terluka pulih dengan cepat,” tambah dia. “Kami menolak semua jenis terorisme, terlepas siapapun pelakunya, sumber dan ideologinya.”
Bom meledak di tiga gereja dan tiga hotel di Sri Lanka pada Minggu yang menewaskan sedikitnya 138 orang dan lebih dari 400 lainnya terluka.
Gereja-gereja tersebut terletak di Kota Kochchikade, Negombo dan Batticaloa serta Hotel Kingsbury, Cinnamon Grand dan Shangri La yang berlokasi di ibu kota Kolombo terkena serangan bom.
Belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.