Rhany Chairunissa Rufinaldo
16 Maret 2020•Update: 16 Maret 2020
Merve Aydogan
ANKARA
Bertepatan dengan peringatan 6 tahun pencaplokan Krimea secara ilegal, Turki menegaskan kembali integritas teritorial Republik Otonomi Krimea, Senin.
"Turki dan komunitas internasional tidak mengakui aneksasi ilegal Republik Otonomi Krimea Ukraina oleh Federasi Rusia, yang didasarkan pada referendum tidak sah yang diadakan enam tahun lalu," kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan.
Kementerian mengatakan bahwa kesejahteraan dan keamanan Tatar Krimea merupakan prioritas bagi Ankara.
"Ini terus menjadi prioritas bagi Turki bahwa Tatar Krimea, sebagai warga konstituen Krimea, terus hidup dalam kesejahteraan dan keamanan di tanah air mereka yang bersejarah, melindungi identitas budaya mereka dan penderitaan mereka akibat pendudukan harus diakhiri," tambah pernyataan itu.
Kementerian juga menyatakan dukungan untuk kedaulatan Ukraina, mitra strategis Turki.
Moskow dan Kievberselisih sejak 2014 ketika Rusia mencaplok Semenanjung Krimea Ukraina setelah referendum.
Turki, serta Majelis Umum PBB, memandang aneksasi itu sebagai tindakan ilegal.