Maria Elisa Hospita
16 Maret 2020•Update: 16 Maret 2020
SM Najmus Sakib
DHAKA, Bangladesh
Bangladesh meliburkan semua lembaga pendidikan di seluruh penjuru negeri selama dua minggu ke depan karena penyebaran virus korona atau Covid-19.
Pada Senin, jumlah kasus di negara itu bertambah menjadi delapan.
"Kami memutuskan menutup sekolah dan universitas selama 17-31 Maret, sebagai tindakan pencegahan untuk memerangi wabah Covid-19," kata Wakil Menteri Pendidikan Mohibul Hasan Chowdhury kepada Anadolu Agency.
Keputusan itu dikeluarkan setelah tiga warga Bangladesh dari keluarga yang sama dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.
Sejak diidentifikasi pertama kali pada Desember lalu di Wuhan, China, virus itu telah menyebar ke setidaknya 146 negara.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), jumlah kematian global akibat Covid-19 sudah melampaui 5.700 jiwa dengan lebih dari 153.000 kasus dikonfirmasi di seluruh dunia.
WHO baru-baru ini menyatakan wabah Covid-19 sebagai pandemi global, sementara Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus optimistis situasinya bisa dikendalikan.
Dalam pidatonya pada 3 Maret, Ghebreyesus menyebutkan bahwa tingkat kematian akibat virus itu sekitar 3,4 persen.