17 September 2017•Update: 18 September 2017
Sorwar Alam
ANKARA
Ibu negara Turki, Emine Erdogan, meminta istri pemimpin dunia memobilisasi masyarakat internasional untuk merespon situasi sulit yang dihadapi Muslim Rohingya.
Dalam surat yang ditujukan kepada istri pemimpin dunia, Emine menaruh perhatian terhadap nasib bangsa Rohingya dan mereka yang mengungsi ke Bangladesh setelah melarikan diri dari kekerasan militer Myanmar.
"Saya berharap sebagai istri pemimpin, kita dapat mengerahkan upaya kemanusiaan untuk berkontribusi secara positif terhadap proses tersebut dan menggerakkan masyarakat internasional," katanya, menurut sebuah pernyataan dari kantor kepresidenan, Sabtu.
"Sebagai seorang ibu, wanita dan manusia, saya pikir kita harus membangun dunia di mana setiap orang dapat hidup bersama secara manusiawi, tanpa perbedaan etnis atau agama."
Pada 7 September, Emine mengunjungi kamp Rohingya di Cox's Bazar, Bangladesh, dekat perbatasan Myanmar, dan membagikan bantuan kemanusiaan kepada para pengungsi serta mendengarkan kisah-kisah mengerikan mereka.
Mengingat kembali kunjungannya itu, ia berkata, "Mendengarkan kisah seorang wanita baik yang rumahnya dibakar, kurang diperhatikan, dan yang anak-anak dan pasangannya terbunuh di depan mata mereka, menyakiti saya dan memberi saya rasa sakit yang luar biasa.
“Aku tidak akan pernah melupakan tatapan putus asa wanita dan anak-anak di kamp-kamp [di tenggara Bangladesh] di mana kami telah mengirimkan 1.000 ton bantuan kemanusiaan pada tahap pertama."
Dia mengatakan publik internasional abai melihat tragedi manusia yang tengah terpampang jelas itu.
Emine menyatakan keinginannya untuk membangun perdamaian dunia dalam arti sebenarnya.