Muhammad Abdullah Azzam
18 Oktober 2019•Update: 21 Oktober 2019
İsmet Karakaş
ANKARA
Kejaksaan Turki pada Jumat mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk 20 tersangka yang memiliki kaitan dengan Organisasi Teror Fetullah (FETO), kelompok di balik kudeta yang dikalahkan pada 2016.
Kantor Jaksa Penuntut Umum di Ankara mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk para tersangka yang diduga berkomplot dengan menggunakan ByLock, aplikasi telepon terenkripsi.
Pihak berwenang melakukan penyelidikan terhadap organisasi teroris itu dalam struktur sipil.
Sejalan dengan keputusan penangkapan tersebut, Polisi Ankara hingga kini sudah menangkap delapan tersangka, dan terus melanjutkan operasi untuk menangkap 12 orang lainnya.
Anggota FETO yang telah menyusup ke beberapa lembaga negara, terutama ke Angkatan Bersenjata Turki, mencoba melakukan kudeta atas instruksi Fethullah Gülen, pemimpin FETO yang kini tinggal di AS.
Namun, respons masyarakat Turki telah membuyarkan rencana pengambilalihan kekuasaan itu. Mereka rela keluar rumah untuk menggagalkan kudeta dengan berdiri menghalau tank dan kendaraan berat militer lainnya.
Sebanyak 251 orang, termasuk polisi dan warga sipil, gugur. Hampir 2.200 orang lainnya terluka.