Maria Elisa Hospita
02 September 2020•Update: 02 September 2020
Zuhal Demirci
ANKARA
Turki mengkritik otoritas Austria atas tuduhan mata-mata di Austria.
"Kami menolak tuduhan tidak berdasar tentang negara kami oleh otoritas Austria," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Hami Aksoy dalam sebuah pernyataan pada Selasa.
"Yang jelas ada pengaruh kelompok anti-Turki di balik tuduhan ini," tambah dia.
Menurut Aksoy, tuduhan itu menunjukkan bahwa politik Austria tidak dapat lepas dari wacana populis dan penolakan terhadap Turki.
“Situasi ini membuat komunitas Turki di Austria sedih dan merusak hubungan Turki-Austria,” kata dia lagi.
Turki meminta agar pemerintah Austria bersedia bekerja sama dengan tulus dan bertindak bijaksana demi martabat negara.
Sebelumnya, juru bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin juga melontarkan kritik ke otoritas Austria lewat Twitter.
Kalin mengomentari artikel berjudul "Turki Ingin Memecah-belah Austria" yang diterbitkan Deutsche Welle Turki yang mengutip Reuters.
“Hanya Austria? Sayang sekali,” cuit dia.
Menurut artikel tersebut, Menteri Integrasi Austria Susanne Raab mengatakan bahwa Turki mempengaruhi warganya yang tinggal di Austria melalui asosiasi dan masjid.
Saat ini hampir 300.000 minoritas Turki tinggal di Austria.