Turki, Dunia, Nasional

Turki dan Tiongkok masuki tahap akhir pengadaan drone di Indonesia

Pemerintah Indonesia akan memberi keputusan pada Februari nanti mengenai pemenang tender pengadaan drone tersebut.

Erric Permana   | 16.01.2019
Turki dan Tiongkok masuki tahap akhir pengadaan drone di Indonesia Vice President Corporate Marketing and Communication Turkish Aerospace Industries (TAI) Tamer Özmen bersama dengan staff lainnya berpose, sebelum pengujian terowongan angin untuk pengembangan pesawat tanpa awak (UAV) Indonesia-Turki, di Pusat Teknologi Aerodinamika, Aerolastika dan Aeroakustika (BBTA3), di kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPITEK ) di Tangerang, Indonesia pada 11 Oktober 2018. ( Anton Raharjo - Anadolu Agency )

Jakarta Raya

Erric Permana

JAKARTA

Indonesia dalam waktu dekat akan membeli pesawat tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV).

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan ada sejumlah perusahaan yang telah mengikuti tender pengadaan UAV tersebut.

Sementara itu, Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kementerian Pertahanan RI Laksamana Muda TNI Agus Setiadji menyebut perusahaan asal Turki dan Tiongkok telah memasuki tahap akhir tender pengadaan pesawat tanpa awak atau drone.

Dia menyebut dari lima perusahaan yang mengikuti tender pengadaan drone sejak tahun lalu yakni, Amerika Serikat, Israel, Perancis, Turki dan China hanya dua perusahaan yang memasuki tahap akhir.

"Tinggal dua, satu Turki [Turkish Aerospace Industry], satu Tiongkok belum menang tender. Nanti akan diperbandingkan TOTnya, speknya, garansi, suku cadang dll," jelas Agus Setiadji di Kementerian Pertahanan RI pada Rabu saat ditanya Anadolu Agency.

Menurut dia, Pemerintah Indonesia akan memberi keputusan pada Februari nanti mengenai pemenang tender pengadaan drone tersebut.

"Penawaran masih dua [Turki dan Tiongkok], Nanti akan memasuki tahap reverse auction. yang dua ini diadu lagi," jelas dia.

Agus Setiadji menegaskan pesawat tanpa awak yang diinginkan oleh TNI yakni memiliki spesifikasi Medium Altitude Long Endurance (MALE), memiliki Wingspan sepanjang 18 meter dan mampu terbang hingga jarak 200 km.

Kementerian Pertahanan kata dia menyiapkan anggaran 110 juta USD atau sekitar Rp 1 triliun jika dikonversikan dengan kurs dolar AS saat ini.

Nantinya kata dia, Indonesia akan membeli enam pesawat tanpa awak (UAV) dengan dua hanggar di wilayah Natuna, Kepulauan Riau dan Papua.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.