Rhany Chairunissa Rufinaldo
11 Maret 2020•Update: 12 Maret 2020
Ferdi Turkten
ANKARA
Turki berupaya mengubah gencatan senjata sementara di Provinsi Idlib yang dikuasai oposisi Suriah menjadi permanen.
Pernyataan itu disampaikan oleh menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu kepada wartawan di Ibu Kota Ankara, Rabu.
"Saat ini, berbagai upaya sedang dilakukan untuk membuat gencatan senjata sementara ini permanen," kata Cavusoglu.
Dia mengatakan bahwa Turki dan delegasi militer Rusia sedang mendiskusikan cara-cara untuk memastikan pergerakan lalu lintas yang aman di jalan raya strategis M4 di Idlib, di mana kedua negara akan memulai patroli bersama.
Untuk sebuah pertanyaan tentang bagaimana gencatan senjata bertahan, Cavusoglu mengatakan ada serangan gertakan dua hari yang lalu, tetapi Turki sudah menanggapinya.
Patroli gabungan Turki-Rusia juga akan dimulai pada 15 Maret di sepanjang jalan raya M4 dari permukiman Trumba, di sebelah barat Saraqib, ke permukiman Ain al-Havr.
Turki meluncurkan Operasi Perisai Musim Semi pada 27 Februari, setelah 34 tentara gugur dalam serangan udara rezim Bashar al-Assad di Idlib yang berulang kali melanggar kesepakatan gencatan senjata sebelumnya.
Di bawah kesepakatan 2018 dengan Rusia, pasukan Turki dikerahkan ke Idlib untuk melindungi warga sipil dari serangan rezim dan sekutunya.