Rıskı Ramadhan
27 Desember 2017•Update: 28 Desember 2017
ANKARA
Pasukan Keamanan Turki melumpuhkan 2.195 teroris dalam operasi-operasi melawan terorisme selama tahun 2017.
Menurut data yang diperoleh reporter Anadolu Agency dari laporan mingguan Kementerian Dalam Negeri Turki, Angkatan Bersenjata Turki (TSK) telah melancarkan 50.682 operasi dalam lingkup pemberantasan organisasi teroris dan jaringan kejahatan selama 2017.
Pesawat Tanpa Awak dan Pesawat Pengintai juga aktif digunakan dalam memberantas terorisme. Armada-armada tersebut tercatat beroperasi selama 15.547 jam sepanjang tahun.
Sejumlah 1.190 dari 2.195 teroris yang berhasil dilumpuhkan tewas, 541 orang ditangkap hidup-hidup dan 464 lainnya menyerahkan diri. Sementara itu, 62 teroris dari jumlah yang berhasil dilumpuhkan termasuk dalam “daftar buronan” Turki dan 62 orang lain yang tidak termasuk dalam daftar terbukti sebagai petinggi organisasi teroris.
Pasukan keamanan yang semakin mempersempit ruang gerak para teroris juga menangkap 19.759 teroris PKK, 4.522 teroris Daesh dan 62.402 teroris FETO.
Penurunan drastis dalam perekrutan organisasi teroris
Pasukan Keamanan dengan bantuan Intelijen Turki berhasil menggagalkan sebanyak 680 aksi terorisme.
Sepanjang tahun ini, hanya 135 orang yang bergabung dalam organisasi teroris separatis PKK, sementara 425 anggota organisasi tersebut menyerahkan diri ke pasukan keamanan. Tahun lalu, jumlah orang yang bergabung dengan PKK tercatat sebanyak 633 orang.
Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu dalam sebuah pidato mengatakan, tingkat partisipasi dalam organisasi teroris tahun ini mencapai titik terendah dalam 30 tahun terakhir.
Selain itu, Angkatan Udara Turki berhasil menghancurkan 635 tempat penampungan dan persembunyian selama tahun 2017.
Dalam operasi-operasi tersebut, pasukan keamanan juga juga berhasil menyita 3.950 pucuk senjata, 1.370 peledak buatan, 3.494 granat, 116.218 kilogram bahan peledak serta 833.922 butir peluru.