Serife Cetin
ANKARA
Turki akan terus meminta Amerika Serikat (AS) untuk berhenti mendukung kelompok teror PYD/YPG karena hal itu memengaruhi hubungan kedua negara, kata Juru Bicara kepresidenan Turki Ibrahim Kalin.
“Pihak AS harus memahami masalah keamanan nasional Turki terkait PKK,” kata Kalin dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg pada Sabtu merujuk pada kelompok kelompok teroris PYD/YPG di Suriah.
“Hubungan kami dapat berfungsi dengan cara yang sangat konstruktif di mana kami dapat saling memberdayakan dan dapat mengatasi masalah bersama,” tambah Kalin.
Dukungan AS kepada PYD/YPG juga mengancam integritas teritorial dan politik Suriah dan menyebabkan ketegangan dan masalah lain di dalam negeri, ujar dia.
YPG dan sayap politiknya, PYD, adalah cabang PKK di Suriah, sebuah organisasi teroris terlarang menurut AS dan Turki.
Dalam lebih dari 35 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi.
Turki telah berulang kali menolak dukungan AS terhadap PYD/YPG di Suriah, termasuk pasokan senjata dan peralatan.
-Dialog konstruktif tentang masalah S-400
Menanggapi keberatan AS terhadap Turki yang memperoleh rudal pertahanan dari Rusia, Kalin mengatakan bahwa Turki dapat membeli sistem rudal Patriot buatan AS selain sistem S-400 Rusia.
Kalin menekankan bahwa masalah tersebut dapat diselesaikan melalui "dialog konstruktif, dengan bersikap terbuka dan jujur," tetapi menambahkan bahwa otoritas AS juga harus memahami seberapa serius masalah ini bagi Turki.
"Mereka menjadi inti dari masalah keamanan nasional kami. Keputusan S-400 Turki tidak diambil dalam waktu semalam," ujar Kalin.
Mengenai argumen AS bahwa S-400 menimbulkan "ancaman" bagi jet tempur F-35 buatan AS, Kalin mengatakan Turki telah berulang kali mengusulkan untuk memeriksa masalah tersebut dari sudut pandang teknis.
"Mereka menolak dan kemudian mengatakan itu bukan masalah teknis tetapi masalah politik. Oke, jadi apakah masalahnya politik? Fakta bahwa kita membeli ini dari Rusia? Mari kita bicarakan itu dan bagaimana kita bisa mengatasi masalah ini bersama-sama," kata dia.
Dia juga mengatakan bagaimana dan kapan Turki membeli S-400, ada juga "beberapa poin ketidaksepakatan" dengan Rusia, tetapi itu dapat diatasi melalui "dialog konstruktif."
Kalin bertanya mengapa pendekatan yang sama tidak bisa dilakukan dalam menyelesaikan masalah dengan AS.
Pada April 2017, ketika upaya berlarut-larut untuk membeli sistem pertahanan udara dari AS tidak membuahkan hasil, Turki pun menandatangani kontrak dengan Rusia untuk membeli rudal S-400.
Akuisisi Turki atas sistem pertahanan udara S-400 Rusia yang canggih mendorong AS untuk menghapus Turki dari program F-35 pada Juli 2019.
AS mengklaim sistem tersebut dapat digunakan oleh Rusia secara diam-diam untuk mendapatkan informasi rahasia pada jet tersebut dan tidak sesuai dengan sistem NATO.
Turki pun membantah bahwa S-400 tidak akan diintegrasikan ke dalam sistem NATO dan tidak akan menimbulkan ancaman bagi aliansi tersebut, dan mengusulkan komite untuk memeriksa masalah tersebut.
Negara itu juga mengatakan pihaknya membeli sistem Rusia setelah AS selama bertahun-tahun menolak upayanya untuk membeli rudal Patriot AS.
Pejabat Turki telah berulang kali mengusulkan kelompok kerja untuk memeriksa masalah kompatibilitas teknis.
news_share_descriptionsubscription_contact
