Michael Hernandez
23 Januari 2018•Update: 23 Januari 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Penutupan pemerintahan (government shutdown) yang telah berlangsung selama tiga hari berakhir setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani rencana anggaran pengganti untuk mendanai pemerintahan hingga awal Februari.
Perdebatan di Senat berlangsung sengit, dengan pimpinan Partai Republik membutuhkan setidaknya belasan anggota Partai Demokrat berada di pihaknya untuk memastikan rancangan undang-undang (RUU) bisa mengatasi potensi filibuster.
Sekitar 30 anggota Demokrat akhirnya memberikan dukungan mereka pada Senin sore, sehingga RUU tersebut akhirnya berhasil lolos ke Dewan Perwakilan Rakyat, dengan jumlah dukungan suara 266-150. Secara keseluruhan, 18 senator dari kedua partai memilih menentang RUU tersebut, namun baik DPR maupun Senat pada akhirnya memberikan persetujuan mereka.
Kantor-kantor instansi pemerintah akan dibuka kembali pada Selasa pagi.
Demokrat telah mengantongi jaminan bahwa Senat akan memberikan pengganti untuk program Tindakan Penangguhan untuk Kedatangan Anak (DACA). Sementara itu, pimpinan Senat Partai Mayoritas Mitch McConnell memberi isyarat bahwa masalah tersebut akan dibahas dalam proses amandemen terbuka selama pemerintah tetap berjalan, sehingga membuka jalan bagi sebagian besar Demokrat untuk berbalik memberikan dukungan mereka.
DACA adalah sebuah inisiatif presiden di bawah kepemimpinan mantan Presiden Barack Obama, yang melindungi sekitar 800.000 migran tak berdokumen yang dibawa ke negara tersebut secara ilegal sebagai anak-anak dari ancaman deportasi, sebelum Trump tiba-tiba mengakhiri inisiatif tersebut tahun lalu.
Menjelang pemungutan suara, Pemimpin Senat Partai Minoritas Chuck Schumer mengatakan bahwa dia yakin bisa mengumpulkan cukup suara di Senat untuk memperjuangkan pengganti DACA.
Setelah pemungutan suara Senat tahap pertama, Trump lewat pernyataan mengatakan bahwa dia "senang Demokrat di Kongres telah kembali sadar".
"Seperti yang selalu saya katakan, begitu Pemerintah didanai, pemerintahan saya akan berupaya mengatasi masalah imigrasi ilegal. Kami akan melakukan kesepakatan jangka panjang mengenai imigrasi, jika hal itu berdampak baik untuk negara kami," ujar Trump.