Rhany Chairunissa Rufinaldo
24 September 2019•Update: 25 September 2019
Michael Hernandez
WASHINGTON
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin mengatakan bahwa presiden Turki telah menjadi teman setelah negosiasi untuk membebaskan seorang pendeta Amerika dari tahanan Turki berhasil dilakukan.
Trump mengatakan pemerintahannya senang menjamin pembebasan Andrew Brunson setelah perundingan yang sangat singkat dan penuh hormat dengan seorang pemimpin yang kuat.
"Presiden [Recep Tayyip] Erdogan dari Turki adalah seorang pria yang untungnya, telah menjadi teman saya," ujar dia.
Trump mengatakan pemerintahan Obama tidak berusaha terlalu keras dalam upaya pembebasan Brunson
Dia juga berterima kasih atas kerja sama Presiden Erdogan.
Brunson ditangkap pada Desember 2016 karena memiliki hubungan dengan Organisasi Teroris Fetullah (FETO), kelompok di balik percobaan kudeta Juli 2016.
Pastor itu didakwa berperan sebagai mata-mata untuk kelompok teror FETO dan PKK.
Berbicara tentang kebebasan beragama secara lebih umum, Trump meminta negara-negara untuk bertindak atas kewajiban moral yang mendesak.
"Kami meminta pemerintah dunia untuk menghormati hak abadi setiap orang untuk mengikuti hati nurani mereka, hidup dengan iman mereka dan memuliakan Tuhan," ungkap dia.
Trump juga mengumumkan tambahan dana senilai USD25 juta untuk melindungi kebebasan beragama serta situs dan relik keagamaan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menggunakan kesempatan ini untuk berbicara kepada panel tentang penganiayaan agama, mengatakan bahwa pembatasan kebebasan beragama di zaman modern sama sekali tidak dapat diterima.
Dia juga mengkritik mereka yang berusaha untuk mengeksploitasi agama untuk tujuan pribadi.