Rhany Chairunissa Rufinaldo
18 Oktober 2019•Update: 19 Oktober 2019
Servet Gunerigok
WASHINGTON
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memuji Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan karena telah menunda operasi yang sedang berlangsung di timur laut Suriah.
"Saya sangat menghargai apa yang telah dilakukan Turki. Mereka melakukan hal yang benar dan saya sangat menghormati Presiden Erdogan," kata Trump, kepada wartawan di negara bagian Texas.
Pernyataan itu disampaikan tak lama setelah Ankara setuju dengan Washington untuk menghentikan Operasi Mata Air Perdamaian selama lima hari agar YPG/PKK dapat meninggalkan wilayah tersebut.
"Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih dan memberi selamat kepada Presiden Erdogan. Dia adalah teman saya dan saya senang kita tidak memiliki masalah. Terus terang, dia adalah seorang pemimpin, dia adalah pria yang tangguh, pria yang kuat," ujar Trump.
Turki meluncurkan Operasi Mata Air Perdamaian pada 9 Oktober untuk mengamankan perbatasannya dengan menghilangkan unsur-unsur teroris guna memastikan kembalinya pengungsi Suriah dengan aman dan integritas wilayah Suriah.
Menurut Turki, kelompok teroris PKK dan cabangnya YPG/PYD merupakan ancaman terbesar bagi masa depan Suriah, yang membahayakan integritas teritorial dan struktur kesatuan negara.
Dalam lebih dari 30 tahun kampanye terornya melawan Turki, PKK - yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Turki, AS dan Uni Eropa - bertanggung jawab atas kematian sekitar 40.000 orang, termasuk wanita, anak-anak dan bayi.