Michael Hernandez
25 Agustus 2018•Update: 26 Agustus 2018
Michael Hernandez
WASHINGTON
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Jumat bahwa dia telah membatalkan rencana kunjungan petinggi diplomatnya ke Korea Utara karena kurangnya kemajuan denuklirisasi
"Saya telah meminta Menteri Luar Negeri Mike Pompeo untuk tidak pergi ke Korea Utara pada saat ini, karena saya merasa kami tidak membuat kemajuan yang cukup sehubungan dengan denuklirisasi di Semenanjung Korea," kata Trump dalam serangkaian cuitannya di twitter.
Trump mengatakan bahwa dia yakin perang dagang yang sedang berlangsung dengan Tiongkok telah menyebabkan Beijing menghentikan bantuannya dalam mewujudkan tujuan yang sulit dipahami "meskipun telah ada sanksi PBB".
"Menlu Pompeo berharap bisa mengunjungi Korea Utara dalam waktu dekat, kemungkinan besar setelah hubungan perdagangan kami dengan China membaik. Sementara itu saya ingin menyampaikan salam hangat dan hormat kepada Ketua Kim. Saya berharap bisa segera bertemu dengannya!" dia menambahkan.
Pengumuman ini keluar satu hari setelah Pompeo mengatakan dia akan pergi ke Korea Utara minggu depan bersama utusan khusus yang baru-baru ini ditunjuk untuk Korea Utara, Steve Biegun. Perjalanan itu akan menjadi kunjungan ke Pyongyang yang keempat bagi Pompeo.
Dalam cuitannya pada Jumat itu, Trump pertama kalinya secara terbuka mengakui kurangnya momentum lebih lanjut menyusul pertemuan bersejarah dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Singapura.
AS tetap bertahan pada keinginannya agar semua negara mematuhi sanksi global terhadap Korea Utara, yang belum secara terbuka menyetujui jadwal untuk denuklirisasi meskipun dua bulan telah berlalu sejak KTT 12 Juni.
Sejumlah analis berpendapat bahwa Korea Utara, bukannya menarik program nuklirnya sejak pertemuan itu, malah meningkatkannya.
Kelompok observator 38 north yang berpusat di Washington menunjukkan foto satelit bulan lalu, yang menurut mereka memperlihatkan bahwa Korea Utara telah mempercepat proses pengolahan senjata plutonium.