Dunia

Trump: AS akan lakukan segala yang kami bisa untuk buat Suriah berhasil

"Kita harus membuat Suriah berhasil," kata Presiden AS setelah bertemu dengan Ahmed al-Sharaa untuk pembicaraan di Gedung Putih

11.11.2025 - Update : 12.11.2025
Trump: AS akan lakukan segala yang kami bisa untuk buat Suriah berhasil

WASHINGTON

Amerika Serikat akan mengambil semua langkah yang mungkin untuk membantu Suriah bangkit setelah puluhan tahun berada di bawah kekuasaan keluarga Assad, kata Presiden Donald Trump pada Senin setelah pertemuan tertutup dengan mitranya dari Suriah.

Berbicara kepada wartawan setelah bertemu dengan Presiden Ahmed al-Sharaa selama hampir dua jam, Trump mengatakan pemerintahannya akan “melakukan segala yang kami bisa untuk membuat Suriah berhasil,” sambil memuji Sharaa sebagai “seorang pemimpin yang sangat kuat.”

“Ia berasal dari tempat yang sangat keras, dan dia adalah orang yang tangguh. Saya menyukainya. Saya bisa bergaul dengannya, presiden baru di Suriah,” kata presiden AS itu di Oval Office.

Trump memperkirakan akan ada pengumuman terkait Suriah dalam waktu dekat, namun tidak merincinya, hanya mengatakan bahwa “kami ingin melihat Suriah menjadi negara yang sangat berhasil, dan saya pikir pemimpin ini bisa melakukannya.”

“Ia memiliki masa lalu yang berat. Dan menurut saya, sejujurnya, jika Anda tidak memiliki masa lalu yang berat, Anda tidak akan punya kesempatan. Ia berhubungan sangat baik dengan Turki, dengan Presiden (Recep Tayyip) Erdogan, yang merupakan pemimpin hebat. Erdogan adalah pemimpin hebat. Dan sangat mendukung apa yang terjadi di Suriah. Kita harus membuat Suriah berhasil,” ujarnya.

“Suriah adalah bagian besar dari Timur Tengah, dan saya akan mengatakan kepada Anda, saya pikir semuanya berjalan. Dan berjalan dengan sangat baik. Kami juga bekerja sama dengan Israel, untuk, Anda tahu, menjalin hubungan baik dengan Suriah, menjalin hubungan baik dengan semua pihak. Dan itu berjalan luar biasa,” tambahnya.

Kunjungan Sharaa merupakan kunjungan pertama oleh seorang pemimpin Suriah ke Gedung Putih sejak negara itu meraih kemerdekaan hampir 80 tahun lalu.

Sharaa dan Trump diperkirakan berfokus pada penghapusan sanksi yang dijatuhkan AS selama rezim Assad yang telah melumpuhkan ekonomi Suriah, upaya untuk secara resmi membawa Damaskus bergabung dalam koalisi anti-ISIS (Daesh), serta kemungkinan pembicaraan mengenai normalisasi dengan Israel — salah satu tujuan yang dinyatakan Trump.

Tidak ada pernyataan resmi yang segera dikeluarkan oleh Gedung Putih mengenai hasil pertemuan tersebut.

Pemerintahan Trump telah mengambil serangkaian langkah untuk mengurangi tekanan diplomatik dan ekonomi terhadap Suriah dan pemimpinnya seiring negara itu memasuki babak baru dalam sejarahnya setelah lebih dari 13 tahun perang saudara yang brutal, termasuk mencabut sebagian sanksi.

Trump memulai proses pencabutan sanksi AS terhadap Suriah setelah pertemuannya dengan Sharaa pada Mei di Arab Saudi. Setelah pertemuan tersebut, presiden AS itu menggambarkan mitranya dari Suriah sebagai “pria muda, menarik, tangguh, dengan masa lalu yang kuat,” menandai perubahan drastis dari permusuhan selama beberapa dekade yang telah mendefinisikan hubungan AS-Suriah di bawah keluarga Assad.

Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.