Muhammad Abdullah Azzam
22 Juni 2019•Update: 22 Juni 2019
Ahmet Dursun
ANKARA
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dalam pesan yang dikirim ke Iran melalui Oman, mengatakan dirinya ingin melakukan perundingan dengan pemerintah Teheran, dan jika pihak Iran tak mau bertemu maka peperangan telah dekat.
Menurut lansiran oleh media Iran berdasarkan laporan dari kantor berita Reuters, pejabat Iran yang tidak ingin disebutkan namanya mengumumkan bahwa Trump mengirim pesan ke Iran melalui Oman pada Kamis malam.
Pejabat Iran itu mengungkapkan pesan Trump tersebut berisi bahwa dirinya tak menginginkan perang dengan Iran meski nampak sudah dekat. Untuk itu Trump ingin berbicara dengan Teheran.
Trump memberikan waktu yang singkat kepada Iran untuk menanggapi ajakan perundingan itu.
Pihak berwenang Iran mengatakan bahwa pemimpin agung Iran Ayatollah Ali Khamenei tidak mengizinkan adanya pertemuan dengan pemerintah AS. Namun pesan Trump tersebut tetap akan diteruskan kepada Khamenei.
Menjawab pesan Trump itu melalui Oman, para pejabat Iran memperingatkan bahwa serangan apa pun terhadap Iran akan memiliki konsekuensi regional dan internasional.
Ketegangan antara AS dan Iran meningkat setelah Trump menarik diri dari perjanjian nuklir antara Teheran dan kelompok negara-negara P5+1 (lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman).
Pemerintahan Trump terus mengupayakan langkah-langkah untuk membatalkan perjanjian, termasuk penerapan kembali sanksi AS terhadap minyak Iran, yang mulai berlaku penuh bulan lalu.
Sebagai tanggapan, Teheran berjanji untuk terus mengekspor minyak meski ada sanksi AS dan mengancam akan menutup Selat Hormuz jika dicegah menggunakan jalur perairan strategis itu.