31 Oktober 2017•Update: 01 November 2017
Safvan Allahverdi
WASHINGTON
Mantan ketua tim kampanye Presiden AS Donald Trump dan rekannya mengaku tidak bersalah pada Senin menyusul tuntutan konspirasi terhadap AS dan pencucian uang.
Tuduhan lain terhadap Paul Manafort dan Rick Gates termasuk gagal melaporkan diri sebagai agen asing dan memiliki aset-aset asing.
"Rick Gates mengaku 'Tidak Bersalah' hari ini. Dia menunggu waktu yang tepat untuk menantang tuntutan itu di pengadilan," kata Glenn Selig, juru bicara Gates dalam sebuah pernyataan. "Ini hanya awal dari perjuangan kami."
Pemerintah dikabarkan meminta pengadilan menetapkan jaminan Manafort sebesar USD 10 juta dan USD 5 juta bagi Gates serta menahan mereka di rumah masing-masing.
Tuntutan itu dilayangkan di tengah penyelidikan Penasihat Khusus Robert Muller terhadap adanya keterkaitan antara tim kampanye Trump dan campur tangan Rusia dalam pilpres 2016 AS.
Tuduhan terhadap kedua pria itu tidak menyebut-nyebut aktivitas kampanye Trump, namun keduanya memainkan peran penting dalam tim sukses yang memenangkan kursi kepresidenan bagi Trump.
Aktivitas yang diselidiki tertanggal antara tahun 2006 dan 2015, jauh sebelum Manafort bergabung dengan kampanye Trump. Pada waktu itu dia bekerja untuk sebuah partai-pro Rusia di Ukraina.
Mueller mengatakan Manafort dan Gates menggunakan akun-akun lepas pantai untuk menyembunyikan hingga puluhan juta dolar.
"Mafaort menggunakan kekayaan yang tersembunyi di luar negeri untuk menikmati gaya hidup mewah di AS tanpa membayar pajak atas pendapatan itu," bunyi tuntutan terhadap dia.
Pengacara Manafort mengatakan kepada pers di Washington "tidak ada bukti" yang menunjukkan kliennya atau kampanye Trump berkomplot dengan pemerintah Rusia. Kevin Downing mengatakan tuduhan pencucian uang terhadap Manafort "sangat konyol".
Tuntutan terbaru ini membuka lebih lebar penyelidikan Mueller mengenai keterlibatan Rusia dan bisa jadi bagian dari upayanya mendorong Manafort dan rekan-rekannya menukarkan informasi agar dikurangi masa tuntutannya.
Manafort turut ikut serta dalam sebuah pertemuan antara Donald Trump Jr. dan pengacara Natalia Veselnitskaya di Trump Tower di New York pada Juni 2015, ketika pengacara itu menawarkan untuk membocorkan informasi negatif mengenai Hillary Clinton kepada tim kampanye Trump semasa kampanye kepresidenan.
Presiden AS itu mencoba mengalihkan fokus mengenai tuntutan terhadap tim suksesnya pada Senin dengan sebuah cuitan Twitter.
"Maaf, tapi ini bertahun-tahun lalu, sebelum Paul Manafort bergabung dengan kampanye Trump. Kenapa tidak fokus pada Hillary dan Partai Demokrat saja???," tulis dia.
Tweet itu disusul sebuah cuitan lain, "...Selain itu, TIDAK ADA PERSEKONGKOLAN!".
Dalam peristiwa terpisah, seorang mantan penasihat kebijakan asing bagi kampanye Trump mengaku berbohong kepada FBI.
George Papadopolous mengatakan berbohong mengenai "waktu, kedekatan dan sifat hubungan dan interaksinya dengan sejumlah warga asing yang diketahuinya dekat dengan pejabat senior Rusia", menurut sebuah laporan yang dibuka pada Senin.
Papadopoulos, yang mengaku bersalah awal bulan ini, mengatakan kepada penyelidik seorang profesor asing mengatakan padanya Rusia memiliki "ribuan surel" dengan "informasi kotor" mengenai Clinton.
Dia dilaporkan sempat mengatur pertemuan antara pihak Rusia dan tim sukses Trump. Pengakuan Papadopolous kepada FBI menunjukkan adanya keterkaitan langsung antara tim kampanye Trump dan kemungkinan campur tangan dari Moskow.