Maria Elisa Hospita
07 Januari 2019•Update: 07 Januari 2019
Aamir Latif
KARACHI, Pakistan
Mahkamah Agung Pakistan pada Senin meminta pemerintah untuk mencoret dua pemimpin oposisi utama dari daftar tersangka skandal pencucian uang.
Selain itu, mereka juga menghapus nama Bilawal Bhutto Zardari, ketua Partai Rakyat Pakistan, dan Murad Ali Shah, kepala menteri provinsi Sindh Selatan, dari daftar larangan penerbangan.
Para tersangka dalam daftar tidak diizinkan bepergian ke luar negeri hingga proses investigasi selesai.
Keputusan Mahkamah Agung dipandang sebagai bantuan besar bagi keluarga Zardari, yang mana ayahnya, Asif Ali Zardari, mantan presiden negara itu, juga dituduh terlibat dalam skandal itu.
Pengadilan menginstruksikan badan pengawas korupsi negara untuk meluncurkan penyelidikan baru atas skandal tersebut, yang juga melibatkan saudara perempuan Zardari, Faryal Talpur, dan lebih dari 150 pemimpin partai lainnya dan menyelesaikan investigasi dalam dua bulan.
Pihak oposisi pun menuduh pemerintah meluncurkan kampanye "sepihak" dan menutup mata terhadap menteri-menterinya sendiri, yang menghadapi penyelidikan berbeda untuk kasus korupsi dan penyembunyian aset.
Zardari terpilih sebagai anggota majelis rendah - Majelis Nasional - dari kota asalnya, Nawabshah, di Provinsi Sindh Selatan dalam pemilihan umum tahun lalu.