Muhammad Abdullah Azzam
06 Maret 2019•Update: 08 Maret 2019
Ali Semerci
ADEN
Tentara Yaman mengumumkan bahwa phaknya telah mengambil alih beberapa daerah di utara kota Sa’dah, yang dikenal sebagai "benteng Houthi".
Melalui sebuah pernyataan di situs berita "26sepnews.net" yang terhubung dengan tentara Yaman, komandan yang bertanggung jawab di Sa’dah, Brigadir Jenderal Yasser Majli mengatakan pasukannya melancarkan serangan ke daerah Bakım di utara kota tersebut.
Majli mengatakan pihaknya telah mengambil kendali beberapa desa seperti Al Zimah dan Akrud di daerah tersebut.
Brigadir Jenderal Majli mengungkapkan 5 militan Houthi, termasuk satu penembak jitu ditawan dalam bentrokan-bentrokan di daerah itu.
Pada Desember lalu, representatif pemerintah Yaman dan para pemimpin Houthi mengadakan perundingan yang diperantarai PBB di Swedia, yang menghasilkan perjanjian gencatan senjata.
Namun, tidak satupun dari pihak yang bertikai menarik diri dari Al-Hudaydah.
Yaman telah dilanda kekerasan dan kekacauan sejak tahun 2014, ketika Houthi menguasai sebagian besar wilayah negara, termasuk Sanaa.
Krisis meningkat setahun kemudian, ketika koalisi militer pimpinan Saudi meluncurkan kampanye udara besar-besaran untuk mengalahkan Houthi.
Menurut PBB, sejak saat itu, puluhan ribu warga Yaman diyakini tewas dalam konflik tersebut, sementara 14 juta lainnya menghadapi bencana kelaparan.