Rhany Chairunissa Rufinaldo
13 Mei 2020•Update: 19 Mei 2020
Enes Canli
ANKARA
Tentara Libya pada Selasa menyerang pos-pos di pangkalan udara Al-Watiya yang diduduki oleh milisi pimpinan komandan pemberontak Khalifa Haftar serta pangkalan yang digunakan oleh tentara bayaran dari Grup Wagner Rusia yang mendukungnya.
Menurut sebuah pernyataan oleh Operasi Gunung Api Kemarahan yang dipimpin pemerintah Libya, unit artileri tentara Libya menargetkan pangkalan udara, yang terletak 140 kilometer di barat daya Ibu Kota Tripoli, dan pangkalan tentara bayaran Rusia.
Para tentara bayaran menggunakan pangkalan untuk observasi, aktivitas intelijen dan operasi pengorganisasian.
Al-Watiya dianggap sebagai pangkalan udara utama di negara itu.
Pangkalan udara tersebut diduduki oleh Haftar, komandan bersenjata yang berbasis di Libya Timur, sejak Agustus 2014.
Milisi Haftar menggunakannya sebagai markas untuk operasi di wilayah-wilayah barat.
Pasukan Haftar melancarkan serangan ke pemerintah Libya sejak April 2019, hingga menewaskan lebih dari 1.000 orang.
Pemerintah Libya kemudian meluncurkan Operasi Badai Perdamaian pada 26 Maret untuk melawan serangan-serangan di ibu kota.
Sejak penggulingan pemerintahan Muammar Khaddafi pada 2011, dua poros kekuasaan yang saling bersaing muncul di Libya, satu di Libya Timur yang didukung oleh Mesir dan Uni Emirat Arab, dan satu lagi di Tripoli yang mendapat persetujuan PBB dan internasional.