Maria Elisa Hospita
13 Mei 2020•Update: 18 Mei 2020
Gulsen Topcu
ABYAN, Yaman
Sedikitnya 16 orang tewas selama bentrokan di Provinsi Abyan, Yaman Selatan, pada Selasa.
Bentrokan tersebut terjadi antara milisi Dewan Transisi Selatan (STC) yang didukung Uni Emirat Arab dan pasukan pemerintah pada Selasa.
Seorang pejabat setempat mengatakan seorang tentara dari pasukan pemerintah terbunuh, sedangkan lima lainnya cedera.
Di sisi lain, 10 anggota milisi juga tewas dan luka-luka.
Sebelumnya, di hari yang sama, tentara Yaman mengumumkan bahwa mereka sedang mempersiapkan operasi melawan milisi STC di Provinsi Zinjibar.
Pada 26 April, STC mendeklarasikan pemerintahan sendiri dan masa darurat di Aden dan provinsi-provinsi selatan.
Sejak itu, bentrokan terus terjadi antara mereka dengan pasukan pemerintah.
Yaman telah dirundung konflik sejak Maret 2015, setelah pemberontak Houthi yang didukung Iran menduduki Ibu Kota Sana'a, yang kemudian memaksa Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi melarikan diri dari negara itu.
Menurut PBB, konflik berkepanjangan itu telah menewaskan ribuan warga sipil dan hampir 3,7 juta orang telantar secara internal.
Hampir setengah dari populasi Yaman, yakni sekitar 30 juta jiwa, membutuhkan bantuan kemanusiaan darurat.
*Ditulis oleh Sena Guler