Politik, Dunia

Taliban undang Jepang berkontribusi pada pembangunan Afghanistan

Juru bicara Taliban Suhail Shaheen mengatakan pihaknya berharap Jepang dapat 'segera' membuka kembali Kedutaan Besar di Kabul

Riyaz Khaliq Khaliq   | 25.08.2021
Taliban undang Jepang berkontribusi pada pembangunan Afghanistan Sejumlah warga Afghanistan melarikan diri dari provinsi utara karena bentrokan antara Taliban dan pasukan Afghanistan saat mereka mencari perlindungan di dalam sebuah taman di Kabul, Afghanistan, pada 10 Agustus 2021. Menurut UNHCR diperkirakan 270.000 warga Afghanistan telah mengungsi karena ketidakamanan dan kekerasan di negara itu sejak Januari 2021. ( Haroon Sabawoon - Anadolu Agency )

Ankara

ANKARA

Taliban mengundang Jepang untuk berkontribusi pada rekonstruksi Afghanistan dan kelompok itu menginginkan “hubungan baik” antara Kabul dan Tokyo, menurut media lokal pada Selasa.

“Kami ingin Jepang mengambil bagian dalam rekonstruksi Afghanistan. Dan kami ingin memiliki hubungan yang baik dengan mereka,” kata Juru Bicara Taliban Suhail Shaheen kepada Kyodo News yang berpusat di Tokyo dalam sebuah wawancara.

Taliban menginginkan kerja sama dengan Jepang di berbagai bidang di Afghanistan, kata Shaheen.

Jepang adalah salah satu penyedia bantuan utama ke Afghanistan yang dilanda perang yang mengalami transformasi politik setelah Taliban mendapatkan kembali kendali atas negara itu setelah memerangi pasukan asing pimpinan AS selama dua dekade terakhir.

Tokyo telah menyumbangkan lebih dari USD6 miliar untuk rekonstruksi, pendidikan, pertanian, perawatan kesehatan, dan program bantuan lainnya ke negara itu sejak 2001.

Namun, Jepang menutup kedutaannya di Kabul pada 15 Agustus dan saat ini sedang dalam proses mengevakuasi stafnya bersama karyawan lokal.

Juru bicara Taliban mengatakan dia berharap Jepang “akan segera membuka kembali kedutaannya di Afghanistan.”

Shaheen mengulangi amnesti kepada semua orang yang sebelumnya bekerja untuk rezim Kabul yang didukung Barat yang dipimpin oleh mantan Presiden Ashraf Ghani, yang lari dari negara itu sebelum Taliban memasuki ibu kota Kabul.

“Kami, semua warga Afghanistan, harus bersatu untuk membangun kembali negara kami. Tidak ada yang ditargetkan sebagai pendukung penjajah dan kolaborator AS dan lainnya,” seru Shaheen.

Pada Senin, Taliban mengundang Korea Selatan untuk saling memberikan keuntungan dari ladang mineral negara itu yang belum dimanfaatkan ketika kelompok itu berusaha untuk memperkuat hubungan ekonomi dengan negara Asia Timur yang terkenal dengan industri elektroniknya.

"Afghanistan penuh dengan sumber daya mineral yang belum dimanfaatkan. Korea sebagai produsen elektronik dunia dapat bekerja dengan negara kami berdasarkan kepentingan bersama, di mana kami juga dapat berfungsi sebagai koridor ekonomi yang menghubungkan negara-negara Asia Selatan dan Tengah," kata Abdul Qahar Balkhi, seorang anggota Komisi Kebudayaan Taliban, dalam sebuah wawancara dengan Kantor Berita Yonhap Korea Selatan.

Sebelumnya, Taliban juga mengundang China agar berinvestasi di negara itu.

Pada Desember 2019, dokter Jepang terkenal Tetsu Nakamura -- juga penerima Penghargaan Ramon Magsaysay Filipina tahun 2003 -- dibunuh oleh pria bersenjata tak dikenal di provinsi Nangarhar, timur Afghanistan.

Shaheen mengungkapkan kelompok itu akan mengakui kebebasan media dan media asing akan dapat meliput dan membuat laporan dari Kabul atau di mana pun di Afghanistan.

“Kami memiliki komitmen pada media dan kebebasan pers,” tukas dia.


Website Anadolu Agency Memuat Ringkasan Berita-Berita yang Ditawarkan kepada Pelanggan melalui Sistem Penyiaran Berita AA (HAS). Mohon hubungi kami untuk memilih berlangganan.
Topik terkait
Bu haberi paylaşın