Muhammad Abdullah Azzam
19 April 2018•Update: 20 April 2018
Ayşe Doğru
BEIJING
Pemerintah Taiwan mengecam latihan militer yang digelar Tiongkok saat menggunakan peluru tajam di Selat Taiwan pada Selasa. Otoritas Taiwan menyebut latihan tersebut telah mengancam perdamaian dan stabilitas di kawasan itu.
Menurut sebuah pernyataan dari pemerintah Taiwan, “Tindakan Tiongkok yang menekan dan melecehkan Taiwan itu bertujuan untuk meningkatkan ketegangan antar pihak di kawasan.”
Dalam pernyataan tersebut, dituturkan bahwa rakyat Taiwan tidak menerima perlakuan seperti itu. Pemerintah Taiwan pun menyatakan tak akan tunduk terhadap ancaman militer tersebut.
Angkatan Laut Tiongkok kemarin kembali melakukan latihan militer di Selat Taiwan untuk pertama kalinya sejak tahun 2016. Stasiun Televisi Pusat Tiongkok (CCTV) mengungkapkan bahwa latihan tersebut ditujukan kepada para pro-kemerdekaan Taiwan.
Diketahui, pada tahun 1949, Republik Cina dipimpin oleh Chiang Kai Shek yang berhaluan nasionalis kalah dari perang saudara dengan Partai Komunis Tiongkok (Zhongguo Gongchandang) pimpinan Mao Zedong dan mundur ke Taiwan.
Kelompok yang berhaluan nasionalis itu kemudian mendirikan sebuah negara yang merdeka di pulau tersebut.
Pemerintahan Beijing kemudian mengadopsi prinsip One China policy atau kebijakan Satu Tiongkok yang memaksa Taiwan sebagai sebuah provinsi yang termasuk dalam kedaulatan Tiongkok. Pemerintahan Beijing menyatakan akan menggunakan kekuatan militernya kepada pihak yang ingin membebaskan diri dari kedaulatannya.