04 Agustus 2017•Update: 05 Agustus 2017
Abebech Tamen
ADDIS ABABA, Ethiopia
Parlemen Ethiopia Jumat memutuskan untuk mencabut status darurat di negaranya yang sudah berlaku selama 10 bulan.
Kondisi negara dalam keadaan darurat pertama kali diumumkan tanggal 9 Oktober tahun lalu selama enam bulan dan kemudian diperpanjang hingga empat bulan.
Menteri Pertahanan Siraj Fegesa, yang bertanggung jawab sebagai pelaksaanan status darurat di Ethiopia, menyampaikan laporan kepada para anggota dewan.
Menteri mengatakan langkah-langkah, bekerja sama dengan masyarakat dan pimpinan di semua tingkatan, berhasil membawa stabilitas di Ethiopia.
Ethiopia telah menyatakan negaranya dalam keadaan darurat setelah adanya demonstrasi anti-pemerintah di festival tahunan Irrecha (Thanksgiving) pada tanggal 2 Oktober 2016 ditengah-tengah meningkatnya kekerasan dan pemberontakan di negara bagian Oromia dan Amhara.
Lebih dari 20.000 orang ditangkap dan ditahan, yang diklaim oleh pemerintah sebagai bagian dari program rehabilitasi. Mayoritas dari mereka kemudian dibebaskan.
Parlemen juga menyetujui pengangkatan tiga menteri baru. Kebede Chane diangkat menjadi Menteri Baru Urusan Federal dan Pengembangan Pastoral sementara Tilaye Gete menjadi Menteri Otoritas Pendidikan, dan Moges Balch menjadi Direktur Jendral Otoritas Bea dan Pendapatan.