Muhammad Abdullah Azzam
20 Mei 2019•Update: 21 Mei 2019
Burak Karacaoğlu, Eşref Musa
IDLIB
Rezim di Suriah Bashar al-Assad dan sekutunya menewaskan 12 warga sipil, empat di antaranya anak-anak dalam serangan udara dan darat yang dilancarkan ke area permukiman sipil di zona de-eskalasi Idlib.
Sumber-sumber lokal, White Helmets melaporkan tentara rezim Assad dan kelompok-kelompok teroris dukungan Iran tadi malam melakukan serangan udara dan darat ke distrik Kafranbil di provinsi Idlib dan desa Al Kastun di wilayah pedesaan bagian barat Hama.
Wilayah Idlib saat ini adalah zona demiliterisasi. Ini menyusul pertemuan 17 September di Sochi antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin, keduanya sepakat membangun zona demiliterisasi - di mana tindakan agresi dilarang secara tegas - di Idlib.
Di bawah kesepakatan itu, kelompok-kelompok oposisi di Idlib diizinkan untuk tetap menempati wilayah tersebut, sementara Rusia dan Turki mulai melakukan patroli gabungan di daerah itu untuk mencegah pertempuran kembali meletus.
Sejalan dengan kesepakatan Sochi, kelompok oposisi menarik persenjataan berat mereka dari daerah tertentu di Idlib sejak 10 Oktober.
Namun, Rezim Assad telah berkali-kali mengabaikan perjanjian dan terus-menerus menyerang zona de-eskalasi Idlib.
Sejak itu, puluhan ribu orang tewas dalam konflik sementara jutaan lainnya terpaksa mengungsi.
Setidaknya 151 warga sipil telah kehilangan nyawa mereka di Idlib sejak 25 April, dengan lebih dari 405 orang menderita luka-luka.
Saat ini, sekitar 1,5 juta orang tinggal di Idlib. Setengahnya adalah pengungsi dari daerah lain di Suriah.