Chandni
20 Desember 2017•Update: 20 Desember 2017
By Ilker Girit
ISTANBUL
Senat AS pada Rabu pagi menyetujui rencana perubahan undang-undang perpajakan yang paling drastis sejak tahun 1970-an.
Rancangan yang didukung Partai Republik itu lolos dengan suara 51 banding 48, seperti yang diumumkan Wakil Presiden AS Mike Pence yang menjadi ketua dewan.
Dewan Perwakilan Rakyat AS akan mengambil suara lagi untuk persetujuan akhir pada Rabu.
Senator Kamala Harris dari Partai Demokrat mengatakan dukungan bagi undang-undang itu bagian dari "olok-olok".
"Hukum ini memberikan keringanan pajak berlebih kepada satu persen masyarakat dan secara permanen memotong pajak korporat, dengan mengorbankan kalangan menegah," cuitnya di Twitter.
Setelah melalui sejumlah amendemen - beberapa koreksi bahkan dicoret-coret di dokumen rencana - RUU itu disetujui Senat dengan suara 227 banding 203 pada Selasa.
Ini menadakan reformasi pajak terbesar dalam 31 tahun terakhir dan akan memberikan keringanan pajak senilai USD 1,5 triliun.
Undang-undang ini bertujuan menurunkan pajak bagi perusahaan menjadi 21 persen, yang sebelumnya sebesar 35 persen.
Kelas pajak juga dikurangi menjadi empat kelas saja, dari tujuh kelas sebelumnya.
Presiden Donald Trump dan anggota parlemen dari Partai Republik mengatakan undang-undang ini akan bermanfaat bagi kelas menengah, walaupun sejumlah analisis menunjukkan reformasi pajak hanya akan menguntungkan wajb pajak perusahaan dan masyarakat berpenghasilan tinggi.